Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Sukarelawan Barat di Timur Tengah, dari ISIS sampai Gaza (2)

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 September 2014 20:36 8:36 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 September 2014 05:54
Bagikan
Sekarelawan Barat juga bergabung dengan milisi Assyrian untuk melindungi komunitas Kristen di Iraq.
Bagikan

TIDAK hanya warga Eropa yang bergabung dengan ISIS di Iraq dan Suriah, tetapi juga terdapat warga Eropa yang bergabung dengan kelompok milisi untuk melindungi komunitas Kristen di wilayah tersebut. Setidaknya 30 orang Kristen Eropa telah pergi ke Iraq dan Suriah untuk melawan ISIS, menurut laporan oleh lembaga internasional.

Menurut Agenfor Italia, LSM berbasis di Italia yang mendukung proyek kerja Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, mengatakan, jumlah pejuang Kristen Eropa yang secara sukarela melawan kelompok pemberontak di Timur Tengah meningkat dari hari ke hari.

Laporan ini juga menunjukkan, Judi Mikhael — seorang mantan polisi Belanda– secara sukarela bergabung dalam milisi Syriac dan meninggal pada tahun 2001 di Iraq.

“Judi berada di Iraq untuk melatih orang-orang Kristen lokal melakukan pertempuran dan secara sukarela berangkat dari Belanda bersama-sama dengan teman-teman lain dari Swiss, Jerman, dan Swedia. Organisasi Syriac di Eropa menyebut Judi seorang ‘martir’.

Seorang mantan sersan di Angkatan Darat Swiss, Johan Cosar, sekarang menjadi pelatih militer untuk “Sutoro” –pasukan sukarela Kristen Suriah, Assyrian, menurut laporan dan media Swiss.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Cosar, relawan Kristen 31 tahun dari Locarno di Swiss, menyatakan bahwa ia melayani di bawah Unit Pertahanan Bersenjata Rakyat Suriah Kurdi (YPG) yang telah aktif sejak tahun 2011. Dia mengatakan, “siap mati untuk negaranya” dan terus melindungi komunitas Kristen di wilayah konflik.

Sumbangan minimal 165.000 euro (sekitar Rp 2,5 miliar) telah dikumpulkan dari Swiss dalam dua tahun terakhir, kata media Swiss. Koran berbasis Austria, Krone, menyebutkan lebih dari seribu orang Kristen masih melawan ISIS.

Direktur Agenfor Italia dan ahli Timur Tengah, Sergio Bianchi, percaya bahwa itu bukan keputusan yang mudah bagi warga Eropa untuk pergi ke Timur Tengah dan bergabung dengan kelompok ekstrimis.

“Orang-orang ini percaya bahwa komunitas mereka berada di bawah ancaman dan ini adalah kekuatan pendorong utama untuk memerangi ISIS,” kata Bianchi.

Upaya Menghentikan

Uni Eropa telah meningkatkan upaya untuk mencegah semakin banyak orang meninggalkan Eropa untuk berperang di Suriah dan Iraq.

Menteri Dalam Negeri dari delapan negara Uni Eropa, di bawah kepemimpinan Belgia, telah bertemu enam kali dan menyiapkan rencana empat aksi untuk memblokir pejuang asing mencapai Suriah dan Iraq. Pertemuan para menteri Uni Eropa, dengan Turki dan negara-negara regional lainnya juga diundang, telah diadakan di Italia.

Belgia, Italia, Prancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Belanda, Swedia, dan Polandia, telah menyetujui langkah-langkah seperti pencegahan, identifikasi, pengawasan tempat wisata, sanksi pidana, dan kerjasama dengan negara-negara ketiga.

Negara-negara itu telah menyatakan komitmen untuk mengintensifkan pertukaran informasi dan intelijen dengan negara-negara lain, mentransfer data ke Sistem Informasi Schengen (SIS) dan badan polisi Uni Eropa, Europol, serta aksi bersama dalam kasus dugaan.

Delapan negara Uni Eropa, yang memutuskan untuk membawa topik dalam agenda Uni Eropa, sepakat membentuk tim komunikasi strategis, menciptakan aplikasi catatan nama penumpang dari Uni Eropa (EU PNR), dan bekerja sama dengan penyedia layanan untuk pengawasan yang lebih efektif dari Internet, yang dipandang sebagai elemen aktif dalam perekrutan tempur.

Menteri Dalam Negeri Uni Eropa diharapkan menyetujui langkah-langkah ini pada pertemuan di bulan Oktober.

Cecilia Malmstrom, yang menjabat Komisaris Eropa untuk Urusan Dalam Negeri di Komisi Barroso, mengatakan, kantornya tidak akan mempersiapkan peraturan tentang siapa yang akan pergi ke medan perang atau penyitaan paspor. Ia mempertahankan bahwa masalah ini berada di bawah otoritas negara anggota Uni Eropa.

Di samping proposal Komisi Uni Eropa, negara-negara anggota juga mengkaji strategi mereka melawan radikalisasi dan perekrutan. Dalam konteks ini, mereka memutuskan untuk membuat pusat informasi dan meningkatkan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan IT untuk memerangi radikalisasi melalui Internet.

Pencegahan pejuang asing di Suriah merupakan salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Uni Eropa dan para pejabat Turki. Pada tanggal 23 Juni lalu dalam pertemuan Dewan Asosiasi Uni Eropa dan Turki ke-52 yang diadakan di Luxemburg, para pejabat diminta meningkatan kerjasama mengenai “pejuang asing”.

Mantan Menteri Dalam Negeri Belgia, Joelle Milquet, yang mengatur pertemuan Uni Eropa untuk membahas pejuang asing, telah berulang kali menekankan bahwa blok 28-anggota UE memiliki hubungan yang sangat efisien dengan Turki tentang masalah ini.

Dalam pembahasan proposal, yang Uni Eropa menyambut baik dialog aktif dengan Turki terhadap pejuang asing, mengatakan, kerjasama yang ada akan lebih diperkuat dengan Turki untuk meloloskan undang-undang yang terkait anti-terorisme.*/Bagian pertama dan tulisan ini dikutip dari laman World Bulletin, Senin (8/9/2014) [Tulisan berikutnya].

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UINSA Resmi Dilaporkan ke Polda Jatim oleh GUIB
Tulisan selanjutnya Perusuh sudah Diproses, Aparat Tak Tolerir adanya Prostitusi di Lokalisasi Dolly

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?