Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Penduduknya 100 Ribu, Muslimnya Hanya 400-an Orang, Mereka Amat Memerlukan Markas Pembinaan Mualaf

Menelusuri Fenomena “Balik Islam” di Filipina (tamat)

Pambudi Utomo
Terakhir diupdate: 30 April 2025 00:24 12:24 am
Pambudi Utomo
Dipublikasikan 30 April 2025 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pada awal Februari lalu, tiba-tiba datang seorang gadis berusia 15 tahun ke al-Madinah Islamic Learning Center (MILC) di pinggiran Manila, Filipina. Gadis bernama Emeleta alias Emily itu menyatakan ingin bersyahadat.

Daftar isi
  • Markas Pembinaan Mualaf
  • Masjid Satu-satunya
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Ketika ditanya, mengapa memilih masuk Islam? Jawabnya, “Karena İslam adalah agama yang benar.”

Rupanya sang ayah baru sepekan lalu memeluk Islam. Emily pun teryakinkan.

Sepekan kemudian, Emily datang lagi dengan mengenakan busana Muslimah. Kali ini ia mengajak kakak dan sahabatnya, juga ingin bersyahadat. Subhanallah.

Markas Pembinaan Mualaf

Banyak Filipino (orang asli Filipina -red) seperti Emily yang datang ke MILC, markas dakwah yang didirikan oleh seorang mualaf bernama Sister Maryam. Lembaga ini berikhtiar mendampingi, melayani, dan menyantuni para mualaf.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Pada bulan Ramadhan tahun 1445 H lalu, Yayasan Sahabat al-Aqsha bekerjasama dengan Departemen Hubungan AntarBangsa DPP Hidayatullah pernah mengadakan pesantren kilat selama dua pekan. Pesertanya ada belasan Muslimah dan tampak antusias. Bahkan ada yang rela izin cuti bekerja demi bisa belajar agama.

Para mualaf belajar hal-hal mendasar mulai dari tata cara berwudhu, cara mandi besar setelah haid, shalat, mengenal huruf Hijaiyah, hafalan doa dan surat-surat pendek, dan sejenisnya.

Sister Maryam membangun markas itu di lahan milik rumahnya. Alhamdulillah ada muhsinin yang membantu, namun pembangunannya sampai saat ini masih jauh dari selesai.

Gedung MILC dirancang 3 lantai. Rencananya lantai 1 untuk kantor dan pelayanan mualaf, lantai 2 untuk kelas-kelas madrasah, dan lantai 3 untuk mushala dan aula kegiatan. Saat ini yang bisa difungsikan baru lantai 1 untuk ruang serba guna. Ada area untuk shalat, tempat wudhu, rak buku, dapur, dan kamar mandi.

“Selama kegiatan pesantren Ramadhan, kalau malam para ustadzah ya tidurnya ramai-ramai di ruangan ini. Pagi sampai siang ruangannya untuk belajar mualaf, lanjut sore sampai buka puasa,” jelas Maryam.

Agar semua lantai bisa difungsikan, masih diperlukan biaya sekitar 1,3 juta pesos (sekitar Rp 400 juta). “Kami serahkan kepada Allah bagaimana caranya menyelesaikannya,” Maryam tersenyum sambil menengadahkan tangan.

Menurut Muslimah yang enerjik ini, keberadaan MILC amat dibutuhkan oleh umat Islam. Di daerahnya hanya ada satu buah masjid yang bangunannya lebih mirip mushala di Indonesia. Lembaga pendidikan Islam pun belum ada. Sedangkan jumlah gereja ada 20-an, mulai dari yang kecil hingga besar.

Berdasar data dari Otoritas Statistik Filipina, pada tahun 2020 jumlah

penduduk di daerah itu sekitar 100 ribu orang. Sementara jumlah Muslimnya, menurut Maryam hanya 400-an orang.

Masjid Satu-satunya

Aktivitas Balik Islam juga menggeliat di pinggiran Manila sisi lainnya. Jumlah penduduk di sini sekitar 50 ribu, sedangkan Muslimnya hanya 180 orang. Masjid atau seperti mushala di Indonesia pun hanya ada 1, yaitu Masjid Islam the Original Religion of Mankind (IORM).

Satu-satunya masjid itu dikelola oleh mualaf bernama Brother Sabar Abdul Jalil. Masjid ini sekaligus menjadi markas Rahima Da’wah Center, yang konsen pada pembinaan mualaf.

Masjid IORM dirancang 3 lantai. Rencananya lantai 1 untuk aula dan asrama santri putri, lantai 2 untuk kamar ustadz dan santri yatim, lantai 3 untuk masjid dan pusat kegiatan santri putra.

“Karena lantai 3 belum jadi, maka tempat shalat dan berbagai kegiatan masih diadakan di lantai 1. Termasuk untuk kajian, shalat Jumat, dan shalat berjamaah lima waktu,” jelas Brother Sabar.

Hidayatullah.com sempat mengikuti shalat Jumat di Masjid IORM. Jamaah putra ada 20 orang, sedangkan ibu-ibu 10 orang. Mereka berasal dari kampung sekitar, ada yang berjarak 7 kilometer. Sabar berkhutbah menggunakan bahasa Tagalog.

Usai shalat Jumat, diadakan makan bersama. “Ini kegiatan rutin tiap selesai shalat Jumat, untuk menambah keakraban di antara sesama Muslim di sini,” jelasnya.

Sabar dan kawan-kawan sedang berjuang menyelesaikan lantai 3 (masjid) agar bisa berfungsi sebagaimana cita-citanya. Untuk menyelesaikannya, masih diperlukan biaya sekitar 200 ribu pesos (sekitar Rp 60 juta).

Saudara seiman Balik Islam di Filipina amat memerlukan dukungan dari pembaca. Saat ini yang mendesak adalah menyelesaikan pembangunan markas dakwah MILC dan Masjid IORM.

Dukungan Anda bisa disalurkan ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 7744123458 a.n. Sahabat Al-Aqsha Yayasan, dengan keterangan: Untuk mualaf Filipina. Konfirmasi: 0858-4233-8879 atau 081-333-90-95-95. Insya’Allah jadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Amin.* (tamat)

Baca juga: ‘Kak, ternyata selama ini kita menyembah Tuhan yang salah’

Baca juga: Dakwah di Jalanan Filipina, Dialog 10 Menit Langsung Bersyahadat

Redaktur: Pambudi Utomo
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balik IslamfilipinaHeadlinekisah mualafmualafmualaf duniaMuslimPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Siap, Begini Rinciannya
Tulisan selanjutnya Lakukan Boikot, Maskapai Virgin Atlantic Hapus Penerbangan ke Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Berita
25 Juli 2026 10:49
Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional
MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam
Mahfud MD Dukung Rekomendasi MUI, Sebut Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU
Jusuf Kalla Indonesia Harus Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah

Terbaru

  • Bunuh Majikan dan Kerap Mencuri, ART Asal Indonesia Dibui Seumur Hidup di Singapura
  • Laporan: ‘Israel’ Danai Kampanye Rp840 Miliar untuk Mempengaruhi Jawaban AI soal Gaza
  • Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
  • Ribuan Sambaran Petir Picu Karhutla Baru di Kanada
  • Ratusan Warga Palestina Kehilangan Tempat Bernaung usai ‘Israel’ Bom Tenda Pengungsian
  • Pakar: Pernikahan adalah Jalan Peradaban, Jangan Biarkan Medsos Meracuninya
  • MUI: Konten Keislaman Jangan Kalah di Ruang Digital
  • Demo Pro-Palestina Sambut Kedatangan Netanyahu di Gedung Putih
  • MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
  • Baliho Berbahasa Ibrani Mewabah, ‘Israel’ Kuasai Siprus?

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?