Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup MuslimKajian

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2025 12:24 12:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Juni 2025 12:23
Bagikan
Bagikan

Gaya hidup minimalis bukan hanya tren sesaat. Sejumlah riset pun mengungkap dampak positifnya terhadap kesehatan mental

Hidayatullah.com | DALAM dunia modern yang penuh tuntutan dan hiruk-pikuk, banyak orang kini mulai melirik gaya hidup minimalis sebagai jalan baru menuju ketenangan jiwa dan kesehatan mental yang lebih baik.

Gaya hidup minimalis bukan sekadar soal merapikan rumah atau membuang barang yang tak lagi digunakan. Lebih dari itu, ia adalah seni memilih—hanya menyimpan apa yang benar-benar bermakna, dan membebaskan diri dari beban yang tidak perlu, baik secara fisik maupun emosional.

Dr. Nurul Ain Mohamad Kamal, Pakar Psikiatri Umum dan Psikogeriatrik dari Rumah Sakit Canselor Tuanku Muhriz, menjelaskan bahwa hidup dengan lebih sedikit barang bukan berarti hidup dalam kekurangan. Justru, inilah jalan menuju ruang yang lebih lega—baik di rumah maupun di dalam pikiran.

“Ketika barang-barang berkurang, ruang fisik menjadi lebih tertata dan bebas dari kekacauan. Ini bisa mengurangi gangguan visual yang selama ini tanpa disadari menjadi sumber stres dan kecemasan,” ungkap Dr. Nurul Ain dalam wawancaranya bersama Bernama.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

Ia menambahkan, hidup dengan jumlah barang yang wajar juga dapat meringankan beban mental. Kita tidak perlu lagi sibuk memikirkan penyimpanan, perawatan, atau godaan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Bukti Ilmiah di Balik Minimalisme

Gaya hidup minimalis bukan hanya tren sesaat. Sejumlah riset pun mengungkap dampak positifnya terhadap kesehatan mental.

Sebuah studi yang dimuat dalam ScienceDirect (2021) menunjukkan bahwa hidup minimalis mampu meningkatkan perasaan positif seperti kepuasan dan ketenangan, sekaligus mengurangi gejala depresi.

Sementara itu, penelitian lain dalam International Journal of Applied Positive Psychology (2020) menyebut bahwa mereka yang menjalani gaya hidup ini cenderung memiliki rasa otonomi lebih tinggi, merasa lebih kompeten, punya ruang berpikir yang lebih luas, serta emosi yang lebih stabil.

Filosofi “Spark Joy” dan Menemukan Arti Hidup

Salah satu metode yang direkomendasikan Dr. Nurul Ain adalah pendekatan KonMari, yang dipopulerkan oleh konsultan Jepang, Marie Kondo. Intinya sederhana: simpan hanya benda yang benar-benar “spark joy”, atau memunculkan rasa bahagia.

“Konsep ini bisa menjadi bentuk refleksi diri yang dalam—kita belajar mengenal kembali apa yang benar-benar penting dalam hidup. Bahkan, hubungan kita dengan lingkungan dan emosi bisa menjadi lebih sehat,” kata Dr. Nurul Ain.

Ia juga mengingatkan bahwa sering kali kita menyimpan sesuatu hanya karena rasa bersalah atau ketakutan untuk melepaskannya. Ini bisa menandakan adanya luka emosional yang belum disembuhkan.

Namun jika sebuah barang memang memiliki fungsi nyata dan digunakan secara aktif, maka kehadirannya tetap layak dipertahankan.

Jangan Sampai Ekstrem

Meski banyak manfaatnya, gaya hidup minimalis juga perlu dijalani dengan seimbang. Membuang terlalu banyak barang secara impulsif bisa berdampak negatif, terutama jika barang tersebut punya nilai sentimental atau merepresentasikan bagian penting dari kehidupan kita.

“Kalau dilakukan secara ekstrem, minimalisme malah bisa menyebabkan kehampaan identitas,” ujar Dr. Nurul Ain mengingatkan.

Minimalisme bukan sekadar tentang ruang kosong atau rumah rapi. Ia adalah perjalanan menyusun ulang prioritas, mengenali apa yang benar-benar penting, dan pada akhirnya—membangun hidup yang lebih bermakna.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gaya hidupHeadlinehidup minimaliskesehatan mental
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Kasus Jarimah Liwath
Tulisan selanjutnya Jakarta Menuju Kota Global, Tantangan Menjelang Usia Lima Abad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Berita
17 Juni 2026 11:24
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

Terbaru

  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hikmah

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

14 Mei 2026 08:46
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?