Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kritikan Pedas Mahathir: Negara Islam Kaya, tapi Tunduk pada AS

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juni 2025 14:48 2:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juni 2025 14:47
Bagikan
Dr Mahathir Mohammad
Bagikan

Hidayatullah.com— Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara Islam, terutama di Kawasan Arab, yang dinilainya gagal menggunakan kekayaan minyak untuk membela umat Islam dan justru tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS).

“Negara-negara Islam ini sangat kaya, luar biasa. Mereka menghasilkan lebih banyak minyak dari negara lain. Dengan kekayaan itu, seharusnya mereka punya kekuatan,” kata Mahathir dalam wawancara bersama podcast Garis Krisis (GK) yang dipandu aktivis kemanusiaan Lila Ruzaini, dan ditayangkan di YouTube The Merdeka Times.

Namun, lanjut Mahathir, kekayaan itu tidak pernah digunakan secara kolektif untuk membela Palestina atau menghentikan penjajahan ‘Israel’. Sebaliknya, banyak negara Muslim justru terpecah, netral, atau bahkan diam-diam mendukung ‘Israel’.

“Yang lebih menyedihkan, akhir-akhir ini ada negara-negara Muslim yang berusaha menyelamatkan Israel… ada yang terlihat mendukung Israel dan menyerang Iran,” tegas Mahathir.

Ia menyayangkan sikap negara-negara tersebut yang tidak menunjukkan tindakan nyata dalam menghadapi kekejaman terhadap umat Islam.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Menurut Mahathir, jika negara-negara Muslim bersatu, mereka bisa menghentikan penjajahan ‘Israel’ — namun kenyataannya mereka lebih sibuk menjaga relasi dengan kekuatan asing.

“Mereka sangat bergantung kepada Amerika Serikat. Bahkan ada yang menganggap AS sebagai pelindung mereka. Ada pula yang memberikan pinjaman miliaran dolar kepada Washington,” ungkap Mahathir.

Ia juga menyoroti dominasi politik AS di dunia internasional, terutama melalui veto di Dewan Keamanan PBB yang secara konsisten digunakan untuk membela ‘Israel’.

“Dunia tidak bisa bertindak karena di belakang ‘Israel’ ada Amerika Serikat. Dan AS mengancam siapa saja yang menentang Israel,” katanya.

Mahathir menyimpulkan bahwa selama negara-negara Islam tetap terpecah dan bergantung pada negara-negara adikuasa Barat, maka kekejaman terhadap umat Islam — seperti yang terjadi di Palestina dan Iran — akan terus berlangsung tanpa perlindungan yang layak.

“Mereka tidak independen. Mereka takut kehilangan dukungan Barat, sehingga rela membiarkan umat Islam diserang,” tutupnya.

Pernyataan Mahathir ini menjadi tamparan keras bagi para pemimpin negara-negara Islam, sekaligus pengingat bahwa persatuan politik dan keberanian strategis umat Islam masih menjadi PR besar di abad ke-21.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHeadlineiranisraelkekayaan minyakkritik tajamMahathir MohamadMalaysiaNegara Arabnegara Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenal Senjata Penembak Jitu Pejuang Palestina dan Al-Qassam di Gaza
Tulisan selanjutnya 8 Tentara “Israel’ Tewas dalam Operasi Penyergapan Pejuang di Gaza Selatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?