Hidayatullah.com—KAF Digital Bank Bhd, bank Islam digital kedua Malaysia, akan resmi beroperasi pada 8 Agustus setelah menerima persetujuan dari Bank Negara Malaysia (BNM).
Bank ini dioperasikan oleh konsorsium yang dipimpin oleh KAF Investment Bank dengan empat mitra strategis dari sektor teknologi digital dan keuangan, yaitu Carsome, MoneyMatch, Jirnexu, dan StoreHub.
Persetujuan operasional diberikan setelah KAF Digital Bank berhasil menyelesaikan fase uji coba terkendali yang dikenal sebagai “Fase Percontohan”.
Selama fase ini, partisipasi terbatas diberikan kepada sekelompok pengguna terpilih, dan umpan balik mereka digunakan untuk meningkatkan produk dan pengalaman pengguna bank.
Menurut pernyataan resmi dari konsorsium tersebut, KAF Digital Bank bertujuan untuk mentransformasi sektor perbankan di Malaysia dengan menggunakan teknologi terkini untuk menyediakan berbagai layanan keuangan yang sesuai dengan syariah.
Layanan ini meliputi rekening tabungan digital, kartu debit virtual, dan layanan pembayaran yang dapat diakses secara digital.
KAF Digital Bank adalah salah satu dari lima bank digital berlisensi di Malaysia yang menerima izin operasional dari BNM pada 29 April 2022, setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Empat bank digital berlisensi lainnya adalah GX Bank, Boost Bank, AEON Bank, dan Ryt Bank.
GX Bank, yang dipimpin oleh Grab, adalah bank pertama yang beroperasi pada 1 September 2023. Boost Bank, perusahaan patungan antara Axiata Group Bhd dan RHB Bank Bhd, diluncurkan pada 15 Januari 2024, sementara AEON Bank, bank syariah digital pertama di negara ini, mulai beroperasi pada 26 Mei 2024.
Ryt Bank adalah perusahaan patungan antara Sea Ltd dan YTL Power International Bhd melalui anak perusahaannya yang sepenuhnya dimiliki, YTL Digital Capital Sdn Bhd.
KAF Digital Bank Bhd adalah bank Islam digital 100% Malaysia, dijalankan oleh konsortium yang dipimpin oleh KAF Investment Bank Berhad, bersama dengan mitra fintech seperti Carsome, MoneyMatch, Jirnexu, dan StoreHub.
Segala layanan perbankan mereka bersifat digital sepenuhnya dan mematuhi prinsip syariah, serta diawasi oleh Bank Negara Malaysia (BNM).*




