Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Syeikh Yusuf al-Qaradawi: Suara Nurani Umat dan Warisan Ilmu yang Tetap Hidup

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 September 2025 10:49 10:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 September 2025 10:47
Bagikan
Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi meninggal dunia
Bagikan

Refleksi Milad ke-99 Syeikh Yusuf al-Qaradawi, ulama yang raganya meninggalkan kita, tetapi ilmunya dan pemikiranya tetap hidup, dan jejak jihadnya menjadi saksi

Oleh: Fahmi Salim Zubir

Hidayatullah.com | PADA 9 September 1926, lahir seorang ulama yang kelak menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia Islam modern: Syeikh Yusuf al-Qaradawi.

Beliau bukan hanya seorang alim, bukan sekadar dai, melainkan ulama rabbani — ulama yang hidup sepenuhnya untuk Allah dan untuk umat-Nya. Cahaya Allah memancar dari hatinya, wibawa terpancar dari lisannya, dan hujjah mengalir deras dari penanya.

Al-Qaradawi telah menjadi lidah umat yang bersuara, hati umat yang berdetak, dan nurani umat yang terjaga. Ia membela Palestina, menentang tirani, dan mengingatkan para penguasa agar tidak menjual agama demi kepentingan sesaat.

Baca Juga

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Fiqh Wasathiyah: Jalan Tengah Umat

Meski beliau telah berpulang, warisannya tak akan pernah padam. Syeikh al-Qaradawi meninggalkan ensiklopedia karya lengkap sebanyak 105 jilid. Isinya meliputi fiqih dan ushul, tafsir dan ‘ulum al-Qur’an, dakwah dan manhaj, hingga kritik sosial dan pemikiran Islam kontemporer.

Ini bukan sekadar buku. Ia adalah proyek seumur hidup, warisan peradaban yang akan terus menyinari generasi. Beliau pernah menegaskan:

“Ilmu adalah warisan para nabi. Bukan harta, bukan kekuasaan. Karena itu, barangsiapa ingin memimpin umat, hendaklah ia mewarisi ilmu mereka.”

Dari kedalaman ilmunya lahirlah Fiqh Wasathiyah — fiqh keseimbangan. Islam, kata beliau, bukan agama yang keras tanpa belas kasih, dan bukan pula agama longgar tanpa aturan.

“Islam adalah agama keseimbangan, jalan tengah antara ghuluw (ekstremisme) dan tafrith (kelalaian).”

Fiqh Wasathiyah inilah yang menjadikan al-Qaradawi diterima luas umat Islam. Ia mampu menepis dua bahaya besar: ekstremisme takfiri di satu sisi, dan liberalisme sekuler di sisi lain.

Pelajaran untuk Indonesia

Bila kita bercermin pada Indonesia, pesan beliau terasa begitu relevan. Umat Islam negeri ini bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan mercusuar peradaban Islam moderat.

Namun, cita-cita besar itu hanya bisa terwujud jika kita meneladani ulama-ulama rabbani. Syeikh al-Qaradawi pernah mengingatkan: “Umat yang melupakan ulamanya sejatinya sedang menggali kuburnya sendiri.”

Menghormati dan meneladani ulama adalah kunci kebangkitan bangsa. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi bangsa yang besar di angka, tapi kecil di peradaban.

Suara Umat, Bukan Stempel Penguasa

Sejak awal 2000-an, Syeikh Yusuf al-Qaradawi konsisten berada di puncak daftar The Muslim 500 (500 Muslim paling berpengaruh di dunia). Bahkan, beberapa tahun ia berada di atas Syaikhul Al-Azhar dan ulama top dunia lainnya.

Faktor penopang pengaruhnya antara lain:

  • Ilmu & karya monumental: lebih dari 100 karya (105 jilid). Termasuk Fiqh al-Zakat, Fiqh al-Jihad, al-Halal wal Haram fil Islam, dan Mausu‘ah al-Fiqh al-Muyassar.
  • Tokoh fiqh wasathiyah: digelari “Bapak Moderasi Islam”.
  • Pengaruh global: acara al-Shari‘ah wal Hayah di Al-Jazeera ditonton jutaan orang.
  • Independensi dari rezim: bebas bicara karena tidak terikat penguasa.
  • Sikap politik tegas: membela Palestina, Hamas, dan isu-isu umat global.

Namun, tiga momentum besar mengubah posisinya di mata penyusun daftar itu:

  1. Dukungan pada Revolusi Arab Spring (2011–2013) – beliau mendukung rakyat Mesir melawan Mubarak, lalu mengecam keras kudeta As-Sisi.
  2. Sikap terhadap Revolusi Suriah – beliau berpihak pada rakyat melawan rezim Bashar al-Assad yang didukung Iran dan Rusia.
  3. Dukungan terbuka pada Hamas – beliau menolak normalisasi dengan Israel meski banyak negara Arab melakukannya.

Akibat dari sikap politik tersebut, nama al-Qaradawi diturunkan dari daftar 10 besar. Hal ini bukan karena pengaruhnya di hati umat berkurang, melainkan karena pertimbangan politik. Penyusun daftar The Muslim 500 sering lebih ramah terhadap state scholars (ulama negara) yang dekat dengan rezim, ketimbang ulama rakyat yang berani bersuara.

Dengan demikian, al-Qaradawi tetaplah lebih berpengaruh di mata umat. Penurunan namanya dalam daftar hanyalah gambaran tarik-menarik antara kepentingan politik rezim Arab, sekutu Barat, dan dinamika regional.

Ulama Tidak Pernah Mati

Syeikh Yusuf al-Qaradawi meninggalkan kita, tetapi ilmunya tetap hidup, pemikirannya tetap membimbing, dan jejak jihadnya tetap menjadi saksi.

Beliau pernah berkata: “Kami hanyalah orang-orang yang menanam. Jika kami tidak memetik hasilnya di dunia, kami yakin umat setelah kami akan menuainya di akhirat.”

Ulama sejati memang tidak pernah mati. Mereka abadi lewat ilmu, amal, dan perjuangannya.

Di usia ke-99 tahun kelahiran Imam Qaradawi, marilah kita hidupkan kembali warisannya, sebarkan ilmunya, dan tegakkan Islam dengan ilmu, keberanian, dan cinta pada umat — sebagaimana beliau tegakkan sepanjang hidupnya. Wallahu a‘lam.*

Direktur Baitul Maqdis Institute

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Halal wal Haram fil IslamAl-QaradhawyFiqh al-JihadFiqh al-ZakatFiqh WasathiyahHeadlineilmujihadPilihan RedaksiSyeikh Yusuf Al Qaradawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Tulisan selanjutnya Perdana Menteri Qatar Al-Thani Qatar Tegaskan Berhak Membalas Serangan ‘Israel’, Minta TimTeng Bersatu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

2 Juli 2026 12:14
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?