Hidayatullah.com – Genosida ‘Israel’ di Gaza yang masih berlangsung hingga kini terus memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari dunia olahraga. Menjelang voting UEFA untuk menentukan penangguhan federasi olahraga ‘Israel’, puluhan atlet menandatangani petisi yang mendukung pelarangan ‘Israel’ dari semua kompetisi internasional.
“Olahraga tidak bisa tinggal diam sementara atlet dan warga sipil, termasuk anak-anak, dibunuh secara massal tanpa pandang bulu di Gaza,” bunyi petisi Athletes 4 Peace (Atlet untuk Perdamaian) tersebut.
Petisi menyebutkan bahwa sudah menjadi kewajiban badan-badan olahraga untuk mengambil tindakan terhadap tim-tim olahraga dari entitas yang menurut komisi PBB merupakan pelaku genosida di Gaza.
“Kami, para penandatangan Athletes 4 Peace (athletes4peace.org), menyerukan UEFA untuk segera menangguhkan Israel dari semua kompetisi hingga Israel mematuhi hukum internasional dan mengakhiri pembunuhan warga sipil serta kelaparan yang meluas,” desak petisi tersebut.
Menurut BBC, petisi ini yang mengecam dugaan kejahatan perang dan menyerukan sanksi, telah ditandatangani oleh beberapa tokoh terkenal, termasuk Paul Pogba, Hakim Ziyech, dan mantan kapten Ipswich, Sam Morsy.
Tujuan para atlet dari berbagai olahraga itu jelas: untuk menekan badan-badan pemerintahan agar memberlakukan tindakan yang sama terhadap ‘Israel’ seperti yang diberlakukan terhadap Rusia sejak konflik di Ukraina.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) telah melaporkan bahwa jumlah pesepakbola yang syahid karena pemboman ‘Israel’ dan kelaparan di Gaza telah mencapai 421, termasuk 103 anak-anak.
Menurut PFA, 288 fasilitas olahraga telah rusak atau hancur menjadi puing-puing di Gaza dan Tepi Barat, mulai dari stadion dan tempat latihan hingga pusat kebugaran dan gedung klub. Mayoritas, 268, berada di Gaza, sementara 20 lainnya berada di Tepi Barat, dengan sekitar setengahnya langsung melayani sepak bola.*




