Hidayatullah.com – Kekalahan tim basket ‘Israel’ Hapoel Jerusalem dari Mansera di Piala Eropa terasa semakin menyesakkan usai mendengar kabar bahwa penginapan mereka di Spanyol dikepung oleh massa pro-Palestina.
Segera setelah pertandingan, tim terpaksa pindah ke hotel lain setelah lebih dari 2.000 demonstran pro-Palestina mengepung hotel tempat mereka menginap di Barcelona. Para pemain diungsikan di bawah pengamanan ketat.
Kesengsaraan yang dialami tim ‘Israel’ itu dimulai dua minggu sebelumnya, ketika sebuah hotel di dekat arena Manresa membatalkan reservasi Hapoel dengan alasan “masalah keamanan”.
Staf Hapoel mencoba mencari alternatif di dekatnya tetapi ditolak oleh setiap hotel di area tersebut. Akhirnya, tim terpaksa menginap di sebuah hotel di Barcelona, sekitar satu jam 15 menit dari arena, yang memaksa pembatalan sesi latihan pagi yang dijadwalkan karena logistik yang rumit.
Pada hari pertandingan, polisi meminta tim untuk dibagi menjadi tiga bus untuk memperlancar arus lalu lintas dan mencegah blokade oleh para pendukung Palestina. Saat konvoi meninggalkan hotel, bentrokan pecah di dekatnya. Para pengunjuk rasa mencoba mendekati bus sebelum akhirnya dihadang oleh polisi.
Kemudian, selama pertandingan, tim diberitahu bahwa mereka tidak akan dapat kembali ke hotel karena massa telah menemukan hotel tersebut dan berkumpul kembali di sana. Setelah upaya yang sia-sia, sebuah hotel baru ditemukan, dan tim dipindahkan ke sana larut malam di bawah pengamanan ketat polisi dan helikopter.
Sebelumnya, Barcelona menolak permintaan klub basket Hapoel Jerusalem untuk menggunakan fasilitasnya dengan alasan masalah ketertiban umum. Raksasa Catalan tersebut mengatakan Hapoel Jerusalem tidak akan diizinkan menggunakan lapangan Palau Blaugrana menjelang pertandingan Piala Eropa mereka melawan Baxi Manresa pada 15 Oktober.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran di kalangan masyarakat Spanyol tentang genosida ‘Israel’ di Gaza. Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) telah menyerukan agar tim olahraga ‘Israel’ dilarang berpartisipasi dalam kompetisi internasional, termasuk EuroLeague dan EuroCup.*




