Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Setelah 400 Tahun Kantor Pos Denmark Berhenti Mengirimkan Surat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Desember 2025 20:34 8:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Desember 2025 20:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kantor pos Denmark akan mengirimkan surat untuk terakhir kalinya pada 30 Desember 2025, mengakhiri tradisi selama lebih dari 400 tahun.

PostNord, yang dibentuk pada 2009 sebagai hasil merger antara layanan pos Denmark dan Swedia dan sebelumnya sudah mengumumkan keputusan itu pada awal tahun ini, mengatakan akan memangkas 1.500 pekerja di Denmark dan menyingkirkan 1.500 kotak pos merah di tengah meningkatnya digitalisasi di lingkungan masyarakat Denmark.

Menggambarkan Denmark sebagai “salah satu negara yang paling terdigitalisasi di dunia”, PostNord mengatakan bahwa permintaan akan layanan surat sudah “turun drastis” sementara tren belanja online terus meningkat, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih memusatkan perhatian pada layanan pengiriman parsel atau paket.

PostNord masih akan terus mengirimkan surat di Swedia, sementara perusahaan akan mengembalikan uang prangko Denmark yang tidak terpakai dalam jangka waktu terbatas.

Warga Denmark masih dapat mengirim surat melalui perusahaan pengiriman Dao, yang sudah melayani pengiriman surat di Denmark tetapi akan memperluas layanannya mulai 1 Januari dari sekitar 30 juta surat pada tahun 2025 menjadi 80 juta surat tahun depan. Namun, pelanggan harus mengunjungi gerai Dao untuk mengirim surat – atau membayar biaya tambahan jika ingin suratnya diambil dari rumah – dan membayar ongkos kirim secara online atau melalui aplikasi.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Kantor pos Denmark bertugas untuk mengirimkan surat di negara tersebut sejak tahun 1624. Kurun 25 tahun terakhir, volume pos berupa surat mengalami penurunan tajam di Denmark, lebih dari 90%.

Namun, bukti menunjukkan bahwa kegiatan menulis surat di kalangan generasi muda mungkin sedang mengalami kebangkitan.

Dao mengatakan hasil riset mereka menemukan bahwa orang berusia 18 hingga 34 tahun mengirim surat dua hingga tiga kali lebih banyak daripada kelompok usia lainnya, mengutip peneliti tren Mads Arlien-Søborg, yang mengaitkan peningkatan tersebut dengan kaum muda yang “mencari penyeimbang terhadap kejenuhan digital”. Menulis surat, kata Arlien-Søborg, merupakan “pilihan yang mereka ambil secara sadar”.

Menurut hukum di Denmark, opsi untuk berkirim surat harus tetap ada. Itu artinya, apabila Dao berhenti mengirimkan surat, pemerintah memiliki kewajiban untuk menunjuk orang atau entitas lain untuk memberikan jasa layanan pengiriman surat.

Mengumumkan keputusan itu awal tahun ini, Kim Pedersen, wakil CEO PostNord Denmark, berkata, “Kami sudah memberikan layanan jasa pos Denmark selama 400 tahun, dan karenanya adalah keputusan yang sulit untuk melepaskan ikatan dengan bagian dari sejarah kita itu. Rakyat Denmark sudah semakin digital dan artinya hanya sedikit sekali surat yang tersisa di masa sekarang ini, dan penurunan terus berlanjut secara signifikan yang menunjukkan pasar surat tidak lagi mendatangkan keuntungan.”

Berdasarkan skema MitID – sistem ID digital nasional Denmark yang dipergunakan untuk berbagai keperluan mulai online banking sampai penandatanganan dokumen secara elektronik dan memesan antrean periksa dokter – semua komunikasi resmi dari pihak berwenang secara otomatis dikirim lewat “pos digital” dan bukannya surat konvensional berbasis kertas.

Saat ini, 97% penduduk Denmark berusia 15 tahun ke atas terdaftar di MitID dan hanya 5% warga Denmark yang memilih untuk tidak menggunakan pos digital.

Dalam kurun hanya tiga jam 1.000 kotak pos unik (yang dulunya diletakkan di tepi-tepi jalan) terjual habis ketika mulai ditawarkan ke masyarakat awal bulan ini dengan harga 2.000 DKK (£235) per unit untuk yang kondisinya bagus, dan 1.500 DKK (£176) untuk yang kondisinya agak usang. Sebanyak 200 kotak pos lagi akan dilelang pada bulan Januari 2026.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penangkapan Anggota ISIS Berlanjut Aparat Turki Menahan Seratusan Orang
Tulisan selanjutnya Koalisi-Negara-Arab-pimpinan-Saudi-di-Yaman Arab Saudi Beri Ultimatum, Minta UEA Tarik Pasukannya dari Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?