Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Desak Pemerintah RI Tarik Diri dari Board of Peace, Dinilai Tak Berpihak pada Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Januari 2026 08:02 8:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Januari 2026 08:00
Bagikan
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim
Bagikan

Hidayatullah.com— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera menarik diri dari keanggotaan Board of Peace. Forum internasional yang diklaim membawa agenda perdamaian global itu dinilai tidak berpihak pada perjuangan Palestina dan justru melibatkan Israel sebagai anggota, sementara Palestina sama sekali tidak dilibatkan.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakimmenyampaikan, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace mengandung kejanggalan serius yang berpotensi merugikan posisi diplomasi Indonesia di tingkat global. Salah satu kejanggalan utama adalah kewajiban Indonesia membayar iuran keanggotaan, sementara Palestina sebagai pihak yang paling terdampak konflik tidak diberi ruang dalam forum tersebut.

“MUI memandang situasi ini sebagai paradoks. Indonesia diminta membayar iuran untuk sebuah dewan perdamaian, tetapi Palestina tidak dilibatkan sama sekali, padahal konflik Palestina-Israel merupakan isu utama yang selalu diklaim ingin diselesaikan oleh forum tersebut,” kata MUI dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut MUI, keterlibatan Israel sebagai anggota Board of Peace tanpa kehadiran Palestina mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan dalam diplomasi internasional. Forum yang mengklaim membawa misi perdamaian justru dinilai mengabaikan akar persoalan konflik, yakni pendudukan wilayah Palestina oleh Israel yang telah berlangsung puluhan tahun.

MUI menilai, struktur dan komposisi Board of Peace tidak mencerminkan semangat resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara konsisten menempatkan Israel sebagai kekuatan pendudukan (occupying power) di wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Oleh karena itu, MUI memandang legitimasi moral forum tersebut patut dipertanyakan.

Baca Juga

Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji

Selain itu, MUI menyoroti rekam jejak kebijakan Amerika Serikat yang selama ini dikenal memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel. Kondisi tersebut, menurut MUI, semakin memperkuat keraguan terhadap netralitas Board of Peace sebagai wadah penyelesaian konflik secara adil dan berimbang.

“Ketika Palestina tidak diikutsertakan, tetapi Israel justru dilibatkan sebagai anggota, maka klaim forum ini sebagai dewan perdamaian menjadi problematik. Ini bukan perdamaian yang berkeadilan,” tegas MUI.

MUI juga menilai, keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berisiko melemahkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan itu merupakan amanat konstitusi dan sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.

Menurut MUI, prinsip bebas dan aktif menuntut Indonesia bersikap independen dari kepentingan kekuatan besar serta aktif mendorong penyelesaian konflik internasional berdasarkan keadilan dan hukum internasional. Keanggotaan dalam forum yang dinilai bias dan tidak adil justru berpotensi menggerus kredibilitas Indonesia sebagai pembela hak-hak bangsa tertindas.

“Indonesia seharusnya tampil sebagai pembela keadilan dan kemanusiaan, bukan menjadi bagian dari forum yang mengabaikan hak-hak dasar rakyat Palestina,” ujar MUI.

Atas dasar itu, MUI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keanggotaan Indonesia di Board of Peace. MUI menilai, langkah paling tepat adalah menarik diri dari forum tersebut dan mengalihkan peran diplomasi Indonesia pada upaya-upaya yang secara nyata mendukung perjuangan dan kemerdekaan Palestina sesuai dengan resolusi PBB dan hukum internasional.

MUI menegaskan, diplomasi Indonesia harus tetap berpihak pada korban penjajahan dan tidak terjebak dalam agenda simbolik yang justru merugikan posisi moral dan politik Indonesia di mata dunia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Board of PeaceHeadlineindonesiaMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei UnHerd–Focaldata: Mayoritas Pemilih Muda Inggris Nyatakan Israel “Tidak Seharusnya Ada”
Tulisan selanjutnya Menteri Perekonomian Jerman Melawat ke Arab Saudi, CEO Siemens Energy dan Thyssenkrupp Ikut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil

Berita
7 Agustus 2026 16:00
Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz

Terbaru

  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum

9 Agustus 2026 08:00
Berita

Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe

9 Agustus 2026 07:37
Berita

MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

9 Agustus 2026 06:00
Berita

Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

9 Agustus 2026 05:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?