Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Lean Startup: Mulai Usaha Dengan Resiko Rendah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 April 2013 12:08 12:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2013 12:08
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

ENTERPRENEUR itu bisa belajar dari siapa saja, bahkan bisa belajar dari seorang petinju seperti Mike Tyson sekalipun. Melalui ucapannya yang terkenal, “Semua orang bisa berstrategi, tetapi ketika pukulan lawan mengenai muka Anda – baru Anda tahu apakah strategi Anda bekerja atau tidak.” Dia memberi pelajaran bagi para (calon) entrepreneur bahwa strategi saja tidak cukup. Karena realita ini pulalah kini mulai terjadi perubahan pendekatan dalam memulai usaha, dari yang beresiko tinggi ke arah yang beresiko relatif lebih rendah.

Ironinya resiko tinggi itu bisa jadi ketika usaha dimulai dengan menyiapkan business plan yang sangat detil, dikumpulkan modalnya yang besar untuk memulainya – kemudian baru diimplementasikan. Contoh kasus kegagalan fenomenal yang sering dijadikan case study di sekolah-sekolah bisnis adalah kegagalan proyek telpon satelit Iridium – yang sebelum mengajukan proses kebangkrutannya tahun 1999 – telah menghabiskan dana US$ 5 Milyar.

Lantas bagaimana usaha bisa bermula bila tanpa perencanaan yang detil? Jawabannya adalah memulai dengan ber-hipotesa, kemudian bergerak membuktikan hipotesa tersebut. Secara teknis kurang lebih dapat dilihat pada ilustrasi di bawah:

Pendekatan yang kemudian disebut Lean Startup ini menggunakan folosofi yang sama dengan Lean Manufacturing yang mulai berkembang di Jepang tahun 1980-an yang disebut Kanban. Intinya adalah mulai dari yang benar-benar dibutuhkan.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Source : Harvard Business Review (05/2013)

Aplikasinya di industri manufacturing adalah dengan antara lain bahan baku yang pas cukup untuk produksi pada waktunya, mendeteksi kesalahan/cacat produksi sedini mungkin – dan ketika menjadi produk juga langsung didistribusikan ke pasar.

Aplikasinya di usaha baru adalah mulai dengan hipotesa siapa (calon) customer Anda, apa kebutuhannya, berapa banyak dlsb. Kemudian hipotesa ini divalidasi dengan produk yang Anda duga dibutuhkan oleh (calon) customer tersebut. Belum tentu dugaan Anda betul, dan ini hanya akan diketahui setelah produk-produk awal tersebut Anda coba jual ke para (calon) customer tersebut.

Sangat bisa jadi produk-produk tersebut akan mengalami penajaman berulang kali sampai ketemu produk yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan oleh customer Anda.

Hanya setelah produk final ini bisa bener-bener diterima pasar Anda, Anda bisa mulai memproduksinya secara massal, membangun portfolio customer dan membangun usaha Anda dalam skala penuh lengkap dengan berbagai divisi penunjangnya.

Mengapa cara ini beresiko lebih rendah? Karena kegagalan-kegagalan produk akan terdeteksi di awal sebelum Anda terlanjur keluar banyak dana modal. Ketika Anda putuskan membangun usaha-pun, produk-produk Anda (bisa barang maupun jasa) telah melalui serangkaian penajaman-penajaman.

Bagaimana bila untuk membuat produk awal-pun dibutuhkan modal yang besar seperti pabrik untuk memproduksinya, atau team IT untuk mengembangkan software aplikasi dlsb?

Produk-produk awal untuk proses pencarian customer dan penajamannya ini tidak harus produk dalam bentuk full scale-nya. Cukup bagian utama yang mewakili produk itu, yang mencerminkan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh produk yang bersangkutan. Produk awal ini disebut Minimum Viable Product (MVP) yaitu versi awal dari suatu produk yang cukup untuk memvalidasi hipotesa Anda tentang adanya suatu kebutuhan.

Lantas apakah aman membuat usaha tanpa perencanaan detil? Tanpa perencanaan detil bukan berarti tanpa perencanaan sama sekali. Ada yang minimum perlu Anda lakukan atau persiapkan sebelum memulai, yaitu membuat apa yang disebut Business Model Canvas – yaitu untuk menjawab 9 pertanyaan dasar seperti yang pernah saya tulis dua tahun lalu dengan judul ‘Business Model Building Block’. Bentuknya kurang lebih seperti ilustrasi di bawah.

Jadi seperti yang dikatakan Mike Tyson tersebut di atas, intinya jangan terlalu sibuk dengan membuat strategi di atas kertas, tetapi sibuklah dengan melatih ketrampilan di lapangan – merespon dan memenuhi kebutuhan customer Anda!*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menara Masjid Kuno di Aleppo Hancur
Tulisan selanjutnya Indonesia-Yordania Dirikan Bank Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?