Hidayatullah.com – KH Thoha Muntaha mengajak para aktivis dakwah untuk memahami anatomi sejarah masyarakat agar pesan dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Banyuwangi di kediaman beliau pada pekan lalu (31/03/2026).
“Di dalam sejarah terdapat banyak hikmah dan teladan yang bisa kita pelajari untuk membangun peradaban Islam di masa depan,” kata Kyai Thoha.
Salah satu perwakilan DPD Hidayatullah Banyuwangi, Agus Feriyanto, menyebut nasihat-nasihat yang disampaikan KH Thoha sangat kontekstual. Ia juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerapkan wejangan ulama terkemuka Banyuwangi tersebut.
“InsyaAllah, kami berkomitmen untuk menyisipkan lebih banyak muatan sejarah dan kearifan lokal dalam setiap kajian maupun program pendidikan yang kami selenggarakan agar lebih relevan dengan realitas masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
Melansir laman hidayatullahjatim.com, silaturahmi ke KH Thoha merupakan upaya DPD Hidayatullah Banyuwangi merajut ukhuwah dan mensinergikan program dakwah dengan kearifan lokal.
KH Thoha Muntaha merupakan ulama karismatik terkemuka Banyuwangi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab. Di tengah kesibukannya mengasuh ponpes, beliau juga aktif menulis.
Hingga kini beliau telah menulis sejumlah kitab antara lain kitab parenting Islami Al Widad, fii Tarbiyah Al Aulad, Aqidah As Salimah (Tauhid), Metode Miftahut Thullab (Cara Cepat Membaca Kitab Kuning), Bittuqo (Metode Baca Tulis Al–Qur’an), Ngaji Sains Qur’ani, Kamus Al–Qur’an Informatif, At Tibyan lii Ahkam Huruf Al–Qur’an, Nadzam Aqa’id As Shahihah, Nadzam Al – Qawa’id Ad–Diniyah, dan karya terbaru beliau Al Kaafi fii Tafsir Surah Al Kahfi.
Melalui kunjungan ini, Hidayatullah Banyuwangi berharap dapat terus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan tatanan masyarakat yang agamis, harmonis, dan sejahtera di ujung timur Pulau Jawa.*




