Hidayatullah.com– Dua agen pemerintah Amerika Serikat tewas dalam kecelakaan mobil usai ambil bagian dalam pemusnahan sebuah pabrik narkoba ilegal di negara bagian Chihuahua, Meksiko. Ternyata menurut pemerintah setempat keduanya tidak memiliki izin untuk beroperasi di negara itu.
Kedua agen AS tersebut, yang dikabarkan bekerja untuk dinas intelijen Amerika CIA, terlibat dalam penggerebekan atas sebuah pabrik narkoba di Chihuahua pada pertengahan April sebelum kendaraan mereka tergelincir dari jalan di pegunungan dan meledak, lapor BBC.
Menyusul investigasi yang diperintahkan oleh Presiden Claudia Sheinbaum, Kementerian Keamanan Meksiko mengatakan bahwa kedua agen AS itu tidak memiliki akreditasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas operasional dan bahwa otoritas federal tidak diberitahu perihal keberadaan mereka di Meksiko.
Insiden ini terjadi di tengah memburuknya hubungan antara Meksiko dan Amerika Serikat perihal sejumlah isu berkaitan dengan pemberantasan narkoba.
Sheinbaum terus ditekan oleh Presiden AS Donald Trump untuk memberantas perdagangan narkoba, tetapi berulang kali menolak tawaran operasi kontra-narkoba yang dipimpin AS di dalam wilayahnya. Sebagaimana diketahui, Trump menuding Meksiko menjadi pintu penyelundupan narkoba yang masuk ke Amerika Serikat dari negara-negara Amerika Selatan.
Sheinbaum bersikeras menyatakan bahwa aparat asing hanya bisa beroperasi di wilayah Meksiko jika sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah federal, dan menegaskan bahwa kedaulatan negaranya tidak boleh dilanggar.
Hari Sabtu (26/4/2026) Kementerian Keamanan Meksiko mengatakan bahwa catatan keimigrasian menunjukkan salah satu dari agen tersebut memasuki Meksiko sebagai “pengunjung”, sementara satunya datang ke negara itu dengan menggunakan paspor diplomatik.
“Keduanya tidak memiliki akreditasi resmi untuk ambil bagian dalam aktivitas operasional di dalam wilayah negara ini,” kata Kemenhan Meksiko dalam sebuah pernyataan, seraya menggarisbawahi bahwa agen asing dilarang melakukan atau terlibat operasi apapun tanpa persetujuan dari otoritas federal.
Media AS sebelumnya melaporkan bahwa kedua agen itu bekerja untuk CIA dalam membasmi penyelundupan narkoba di kawasan itu, yang merupakan salah satu agenda pemerintahan Trump.Kecelakaan mobil terjadi pada 19 April, ketika konvoi aparat dalam perjalanan pulang dari penggerebekan sebuah pabrik methamphetamine di daerah terpencil di pegunungan. Kendaraan yang mereka tumpangi tergelincir dan masuk ke jurang kemudian meledak. Dua anggota Chihuahua State Investigation Agency juga tewas dalam insiden itu.
Kepala Kejaksaan Chihuahua César Jáuregui dalam sebuah konferensi pers mengatakan bahwa kedua agen AS itu merupakan “instruktur” dari Kedutaan AS yang terlibat dalam kegiatan pelatihan yang merupakan bagian dari kerja sama yang biasa dilakukan oleh kedua negara.
Bulan September 2025, hasil investigasi Reuters menemukan bahwa CIA melakukan operasi rahasia di Meksiko selama bertahun-tahun untuk melacak keberadaan para penyelundup narkoba yang paling mereka buru.
Dengan persetujuan pemerintah Meksiko, CIA memberikan pelatihan kepada sejumlah unit keamanan tertentu Meksiko, dukungan finansial berikut perlengkapan untuk operasi, termasuk biaya perjalanan.*




