Hidayatullah.com– Di wilayah Qassim, Arab Saudi, bermunculan cukup banyak museum pribadi seiring dengan upaya kolektor-kolektor individu mengubah kesukaan mereka menjadi proyek budaya.
Museum-museum itu menjadi kenangan yang hidup bagi masyarakat, melestarikan beragam artefak langka, dokumen bersejarah, senjata antik dan koleksi-koleksi kuno yang mewakili tahapan sejarah kawasan tersebut, lapor Saudi Press Agency hari Jumat (1/5/2026).
Terletak di dekat Desa Bersejarah Al-Khabra, Inisiatif-inisiatif pribadi warga menjadi landmark budaya penting di Gubernuran Riyadh Al-Khabra.
Dengan menghubungkan masa kini dengan akarnya, situs-situs tersebut memperkuat identitas nasional dan memberikan sumber daya riset yang berharga bagi para cendikiawan maupun wisatawan.
Salah satu museum pribadi itu milik Abdullah Al-Suhaibani, seorang pakar batu mulia dan mineral yang memiliki pengalaman di bidangnya selam 40 tahun. Koleksinya antara lain berupa batu akik agate, fosil dari era geologi kuno, dan formasi batuan unik yang ditemukan di berbagai daerah di Saudi.
Museum tersebut menjadi platform saintifik, yang mempromosikan geologi dan riset lapangan sambil mengedukasi masyarakt tentang keberagaman sumber daya alam dan kekayaan mineral yang dimiliki Arab Saudi.
Kemunculan museum-museum pribadi itu sejalan dengan Saudi Vision 2030 yang berusaha menyuburkan pariwisata budaya dan keilmuan, mendukung konten lokal, serta memposisikan situs-situs warisan dan alam Saudi sebagai tujuan wisata dunia terkemuka.*




