Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kasus Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise Empat Pria Divonis di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Mei 2026 16:39 4:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Mei 2026 16:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Empat pria, hari Jumat (7/5/2026), di pengadilan Amerika Serikat dinyatakan bersalah ambil bagian dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise yang ditembak mati di rumahnya pada Juli 2021.Tiga dari mereka – Arcangel Pretel Ortiz, Antonio Intriago, dan Walter Veintemilla – ditangkap di Florida pada 2023.

Pria keempat, warga AS keturunan Haiti James Solages, ditangkap di Haiti dan diekstradisi ke Amerika untuk didakwa pada tahun yang sama.Keempat orang itu berkaitan dengan CTU, sebuah perusahaan sekuriti berbasis di negara bagian di selatan AS tersebut dan dibujuk untuk terlibat dengan iming-iming prospek kontrak bernilai tinggi bila Moise berhasil disingkirkan, menurut jaksa federal.

Keempat terdakwa dinyatakan bersalah di pengadilan federal di Miami dalam sejumlah dakwaan termasuk konspirasi untuk membunuh atau menculik Moise, konspirasi memberikan materi dukungan dan melanggar UU Netralitas AS untuk terlibat dalam operasi militer tidak sah di luar negeri.

Mereka terancam diganjar hukuman maksimal seumur hidup. Sidang pembacaan hukuman akan ditetapkan kemudian waktunya.

Moise, 57, ditembak mati pada 7 Juli 2021 di rumah pribadinya oleh sekelompok orang bayaran Colombia yang terdiri dari sekitar 20 orang yang terlatih secara militer. Aparat yang ditugaskan untuk mengawal Moise tidak turun tangan untuk melindunginya.

Baca Juga

perang skala penuh
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Sejak pembunuhan Moise, Haiti terjebak dalam pusaran kekacauan. Sejak kematiannya belum ada pemilihan umum yang digelar, dan negara itu masih belum memiliki presiden.Kelompok-kelompok geng mengendalikan sekitar 80 persen wilayah ibu kota Port-au-Prince, kriminalitas dengan kekerasan seperti penculikan untuk mendapatkan uang tebusan, perampokan bersenjata dan pembajakan kendaraan berlangsung seakan tiada henti di negara miskin itu.

Polisi Haiti dengan cepat menjaring sekitar 40 tersangka, termasuk beberapa orang warga negara Kolombia, setelah pembunuhan Moise. Namun, penyelidikan mandek disebabkan kegagalan pada sistem peradilan Haiti.

Sebelas orang sejak itu didakwa di Amerika Serikat dalam kaitannya dengan pembunuhan itu. AS memiliki yuridiksi untuk menangani kasus kriminal yang dirancang atau ditelurkan di dalam wilayahnya.

Sejauh ini, lima orang sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, termasuk seorang bekas tentara Kolombia, seorang bekas senator Haiti, seorang pengusaha Chile-Haiti, seorang pensiunan tentara Kolombia dan seorang warga AS keturunan Haiti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perbaiki Hubungan Prancis Kirim Kembali Duta Besar ke Aljazair
Tulisan selanjutnya Bahrain Tangkap.41 Orang Terkait Garda Revolusi Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Ghazwul Fikr Kajian
26 Juni 2026 11:30
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Berita

Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

25 Juni 2026 11:39
Berita

‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

24 Juni 2026 17:00
Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

24 Juni 2026 16:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?