Hidayatullah.com– Empat pria, hari Jumat (7/5/2026), di pengadilan Amerika Serikat dinyatakan bersalah ambil bagian dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise yang ditembak mati di rumahnya pada Juli 2021.Tiga dari mereka – Arcangel Pretel Ortiz, Antonio Intriago, dan Walter Veintemilla – ditangkap di Florida pada 2023.
Pria keempat, warga AS keturunan Haiti James Solages, ditangkap di Haiti dan diekstradisi ke Amerika untuk didakwa pada tahun yang sama.Keempat orang itu berkaitan dengan CTU, sebuah perusahaan sekuriti berbasis di negara bagian di selatan AS tersebut dan dibujuk untuk terlibat dengan iming-iming prospek kontrak bernilai tinggi bila Moise berhasil disingkirkan, menurut jaksa federal.
Keempat terdakwa dinyatakan bersalah di pengadilan federal di Miami dalam sejumlah dakwaan termasuk konspirasi untuk membunuh atau menculik Moise, konspirasi memberikan materi dukungan dan melanggar UU Netralitas AS untuk terlibat dalam operasi militer tidak sah di luar negeri.
Mereka terancam diganjar hukuman maksimal seumur hidup. Sidang pembacaan hukuman akan ditetapkan kemudian waktunya.
Moise, 57, ditembak mati pada 7 Juli 2021 di rumah pribadinya oleh sekelompok orang bayaran Colombia yang terdiri dari sekitar 20 orang yang terlatih secara militer. Aparat yang ditugaskan untuk mengawal Moise tidak turun tangan untuk melindunginya.
Sejak pembunuhan Moise, Haiti terjebak dalam pusaran kekacauan. Sejak kematiannya belum ada pemilihan umum yang digelar, dan negara itu masih belum memiliki presiden.Kelompok-kelompok geng mengendalikan sekitar 80 persen wilayah ibu kota Port-au-Prince, kriminalitas dengan kekerasan seperti penculikan untuk mendapatkan uang tebusan, perampokan bersenjata dan pembajakan kendaraan berlangsung seakan tiada henti di negara miskin itu.
Polisi Haiti dengan cepat menjaring sekitar 40 tersangka, termasuk beberapa orang warga negara Kolombia, setelah pembunuhan Moise. Namun, penyelidikan mandek disebabkan kegagalan pada sistem peradilan Haiti.
Sebelas orang sejak itu didakwa di Amerika Serikat dalam kaitannya dengan pembunuhan itu. AS memiliki yuridiksi untuk menangani kasus kriminal yang dirancang atau ditelurkan di dalam wilayahnya.
Sejauh ini, lima orang sudah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, termasuk seorang bekas tentara Kolombia, seorang bekas senator Haiti, seorang pengusaha Chile-Haiti, seorang pensiunan tentara Kolombia dan seorang warga AS keturunan Haiti.*




