Hidayatullah.com – Seorang jenderal tinggi ‘Israel’ tiba-tiba diberhentikan dari dinas militer—bukan karena membunuh seorang remaja Palestina pada tahun 2015, tetapi karena skandal seksual yang melibatkan bawahannya.
Brigadir Jenderal Yisrael Shomer, kepala Divisi Operasi Pasukan Penjajah ‘Israel’ (IDF) yang sangat penting, mengundurkan diri setelah diinterogasi oleh polisi militer atas tuduhan “pelanggaran moral” dan penyalahgunaan hubungan kekuasaan.
Langkah ini menandai perombakan signifikan dalam komando senior IDF. Shomer sebelumnya dianggap sebagai kandidat untuk promosi menjadi mayor jenderal, dan namanya telah disebut-sebut terkait dengan beberapa posisi senior, termasuk kepala Komando Pusat.
Meskipun pernyataan IDF mengatakan Shomer telah meminta untuk mengundurkan diri, ia secara efektif dipaksa untuk pensiun dan dicopot dari jabatannya karena kecurigaan terhadapnya.
Nama Shomer sebelumnya menjadi judul berita utama media setempat pada Juli 2015 ketika ia menembak Mohammad Kasba yang berusia 17 tahun tiga kali di punggung saat remaja itu melarikan diri setelah melempar batu ke kendaraannya.
Meskipun jaksa militer Zionis pada akhirnya mengklaim pembunuhan itu sebagai “kecelakaan operasional” dan membiarkan Shomer naik pangkat dengan cepat melalui struktur komando senior, kariernya kini telah berakhir dengan hina.*




