Hidayatullah.com– Seorang ibu asal Kanada menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, ke pengadilan di Amerika Serikat, dengan tuduhan ChatGPT mendorong putrinya yang berusia 24 tahun, Alice Carrier, untuk merenggut nyawa dan mengakhiri hidupnya sendiri.
Kristie Carrier mengajukan gugatan tersebut pada Kamis (11/6/2026) di pengadilan San Francisco, lansir The Guardian.Dalam gugatannya, dia menyebut Alice mengungkapkan pikiran bunuh diri kepada ChatGPT lebih dari selusin kali sepanjang tahun 2024, tetapi sistem keamanan OpenAI tidak pernah menandai percakapan itu atau menghentikannya.
Gugatan itu juga menuduh chatbot tersebut berperan sebagai “teman curhat” dan “terapis”, mengkritik layanan hotline krisisnya, yang membenarkan pikiran bunuh diri Alice dan mendesaknya untuk terus berbicara. Alice Carrier meninggal dunia akibat bunuh diri pada tahun 2025 di Montreal.
Pihak OpenAI menyatakan pihaknya melatih model AI untuk mengarahkan pengguna yang sedang dalam kondisi krisis untuk mencari sumber bantuan, dan saat ini mereka sedang menelaah berkas gugatan.
Seorang juru bicara menyebut interaksi yang disebutkan dalam gugatan terjadi pada versi ChatGPT yang lebih lama yang sudah tidak tersedia lagi.
Gugatan tersebut menuntut ganti rugi serta perintah pengadilan agar OpenAI secara otomatis menghentikan percakapan-percakapan yang berkaitan dengan tindakan menyakiti diri dan menampilkan peringatan yang ditujukan kepada penggunanya. Gugatan itu juga menuduh OpenAI lalai dalam merancang ChatGPT dan gagal memperingatkan pengguna tentang risikonya.
Kasus ini merupakan salah satu dari 18 gugatan serupa yang diajukan di negara bagian California, Amerika Serikat, terkait kasus bunuh diri yang dihubungkan dengan ChatGPT.
Pada Oktober 2025, OpenAI melaporkan lebih dari 1 juta pengguna setiap pekan mengirim pesan yang mengindikasikan potensi perencanaan bunuh diri. OpenAI turut digugat keluarga korban penembakan di sekolah di British Columbia karena dinilai gagal melapor ke pihak berwenang atas percakapan bermasalah yang dilakukan tersangka pelaku penembakan dengan ChatGPT.
Sementara itu Google juga menghadapi gugatan-gugatan terkait chatbot Gemini miliknya.*




