Hidayatullah.com– Warga di tenggara Moskow melaporkan bercak hitam berminyak berjatuhan dari langit pada hari Rabu (17/6/2026) setelah Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran atas ibu kota Rusia itu sejak perang skala penuh dimulai, menghantam fasilitas pengilangan minyak Kapotnya untuk ketiga kalinya bulan ini.
Menurut berbagai laporan, hampir 200 drone ditembakkan ke arah Moskow, akibatnya 17 orang terluka di wilayah ibu kota, kata Gubernur Andrei Vorobyov. Kepulan asap tebal membubung dari kilang minyak dan kebakaran terjadi di sebuah pusat perbelanjaan yang terletak tidak jauh setelah puing-puing drone berjatuhan ke atas bangunan itu, lapor BBC hari Kamis (18/6/2026).
“Begitu saya keluar dari gedung apartemen, ada gerimis tipis,” kata seorang wanita kepada BBC.
Dia dan temannya menemukan “bintik-bintik hitam yang tidak sedap dipandang” di pakaian mereka. “Sekarang kami akan memantau apakah rambut kami mulai rontok disebabkan produk-produk berbasis minyak bumi itu.”
Seorang warga lain yang tinggal di dekat kilang minyak mengaku terbangun saat subuh ketika bangunan apartemennya mulai “bergetar”, dan “di pagi hari saya mencium bau terbakar dan tidak bisa bernapas.” “Semua ini sangat menakutkan,” imbuh pria itu. “Sebelumnya, saya tidak terlalu takut, tetapi sekarang hampir panik.”
Pihak berwenang Moskow membantah adanya “hujan minyak,” tetapi kanal Telegram resmi kota itu memperingatkan penduduk di distrik yang terdampak untuk menutup jendela. Mereka menyarankan keluarga dengan anak-anak dan warga lanjut usia dan penderita asma untuk segera meninggalkan daerah itu.
Keempat bandara di Moskow ditutup sementara dan lebih dari 500 penerbangan dibatalkan atau ditunda.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas serangan Rusia terhadap Kyiv pekan lalu yang menghancurkan biara bersejarah Pechersk Lavra. “Kami tidak menginginkan perang ini dan tidak pernah menginginkannya,” kata Zelensky. “Tetapi jika Ukraina terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar.”
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan hampir 1.000 drone dan empat rudal jelajah Ukraina berhasil dicegat di seluruh penjuru negeri kurun 24 jam. Sebuah depot minyak juga diserang di daerah Rostov, di mana satu orang tewas.
Serangan tersebut menunjukkan eskalasi karena drone jarak jauh Ukraina semakin sering mencapai Moskow, sekitar 500 km dari perbatasan. Serangan drone di ibu kota jarang terjadi pada tahun 2023 tetapi kemudian meningkat frekuensinya dan dan semakin besar meskipun pertahanan udara di sekitar Moskow sudah diperluas.*




