Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juni 2026 10:51 10:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juni 2026 10:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Court of Appeal hari Senin (15/6/2026) menolak gugatan kelompok Palestine Action yang berupaya menghapus label organisasi teroris dari namanya. PA menyebut keputusan pengadilan banding Inggris itu sebagai salah satu serangan paling ekstrem terhadap kebebasan berbicara di era Inggris modern, setelah sebelumnya mereka dimenangkan oleh High Court (pengadilan tinggi).

Majelis yang terdiri dari lima hakim menyatakan bahwa keputusan yang dibuat High Court tidak cukup memberikan berat kepada pertimbangan keamanan nasional yang menjadi dasar pemerintah untuk menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris. Sementara mereka mengakui bahwa kasus itu “rumit secara hukum” — yang seringkali kemudian dimintakan keputusan dari pengadilan di atasnya yaitu Supreme Court (Mahkamah Agung) — mereka tidak memaparkan dengan jelas apa-apa yang menjadi dasar keputusannya menolak gugatan banding tersebut.

Palestine Action mengaku sangat terkejut dengan keputusan banding itu, yang berseberangan dengan keputusan High Court (Pengadilan Tinggi) yang sebelumnya menyatakan penetapan Palestine Action sebagai organisasi teroris bertentangan dengan hak rakyat untuk mengekspresikan diri serta berserikat dan berkumpul dengan damai.

“Kami tida akan berhenti bertarung untuk membatalkan salah satu serangan paling ekstrem terhadap kebebasan berbicara dan hak untuk protes dalam sejarah Inggris modern ini,” kata perwakilan kelompok itu Ammori, seperti dilansir BBC.

Pengacara Jonathan Metzer, yang memiliki spesialisasi di bidang hukum berkaitan dengan keputusan pemerintah, mengatakan Supreme Court “tidak menerima semua kasus” dan sulit untuk mengetahui apakah pengadilan tertinggi itu akan bersedia memproses kasus tersebut, terlebih kelima hakim Court of Appeal sudah membuat keputusan yang sangat detil yang kemungkinan akan membuat Supreme Court merasa tidak perlu memproses kasusnya lebih lanjut.

Baca Juga

KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat

Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood menyambut baik keputusan Pengadilan Banding itu, yang dianggapnya tidak berdampak pada hak untuk melakukan unjuk rasa pro-Palestina yang dilakukan sesuai dengan aturan hukum.

Dia mengatakan Palestine Action dalam aksi-aksi protesnya melakukan tindakan terorisme, mengelu-elukan mereka yang mempromosikan tindakan kekerasan dan bukan kelompok aksi protes biasa yang melanggar ketertiban umum.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Tulisan selanjutnya Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi

Berita
18 September 2026 10:38
Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa
Jubir Taliban Peringatkan Pakistan Supaya Tidak Melakukan Operasi Militer di Wilayah Afghanistan
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

Terbaru

  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
  • Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh
  • Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
  • Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
  • Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

21 September 2026 16:08
Berita

Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh

21 September 2026 15:40
Berita

Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan

21 September 2026 13:25
Berita

Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih

20 September 2026 17:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?