Hidayatullah.com – Para suporter sepak bola dari berbagai negara yang berkompetisi di Piala Dunia FIFA 2026 menampilkan dukungan mereka untuk Palestina di jalanan kota Amerika Serikat maupun di dalam stadion.
Di seluruh kota tuan rumah, para pendukung telah mengibarkan bendera Palestina, menyerukan kemerdekaan bagi Palestina, dan menyuarakan penentangan terhadap genosida Zionis ‘Israel’ di Gaza.
Banyak dari mereka juga menampilkan poster yang mendukung gerakan global “Kartu Merah untuk Israel” di sepanjang turnamen.
Bendera Palestina dikibarkan selama pertandingan Turki-AS
Saat Turki mengalahkan Amerika Serikat 3-2 dalam pertandingan terakhir Grup D mereka, seorang pendukung Turki mengibarkan bendera Palestina sepanjang pertandingan dari belakang salah satu gawang.
Suporter tersebut muncul di layar siaran stadion beberapa kali selama pertandingan.
Sebuah keluarga beranggotakan tiga orang, termasuk seorang anak, mengibarkan bendera Palestina selama pertandingan babak 32 besar antara Jerman dan Paraguay.
Seorang pendukung Palestina, yang juga memegang kewarganegaraan AS, mengatakan kepada Anadolu: “Kami adalah warga negara Palestina-Amerika. Kami merayakan kemenangan Palestina di seluruh Piala Dunia. Mereka tidak akan pernah menghentikan kami. Bebaskan Palestina!”
Para penggemar Maroko, yang timnya bermain imbang 1-1 dengan Brasil di pertandingan pembuka Grup C, mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina di Times Square, New York, sebelum pertandingan.
Selama pertandingan di Stadion New York New Jersey, yang juga akan menjadi tuan rumah final turnamen, para pendukung Maroko membawa bendera Palestina di tribun dan berulang kali menyatakan dukungan untuk Palestina.
Para penggemar Maroko juga menunjukkan solidaritas dengan Palestina selama pertandingan babak 32 besar melawan Belanda.
Dari Bosnia untuk Palestina
Para pendukung mengibarkan bendera Palestina selama pertandingan antara Bosnia dan Herzegovina dan Swiss di Los Angeles.
Suporter Bosnia, yang banyak di antaranya menyamakan pengalaman perang negara mereka dengan situasi di Gaza, juga menampilkan spanduk bertuliskan: “Dukungan untuk Palestina dari Sarajevo.”
Selama pertandingan Bosnia dan Herzegovina-Qatar, seorang suporter juga nampak dalam siaran membawa bendera Palestina di tribun.
Seorang pendukung Qatar yang mengenakan keffiyeh tradisional Palestina dan riasan wajah juga menyatakan solidaritas dengan Palestina.
Pendukung Prancis, yang mengalahkan Senegal 3-1 dalam pertandingan pembuka Grup I mereka, mengibarkan bendera Palestina di dalam stadion.
Sebelum kick-off di Stadion New York New Jersey, seorang penggemar Prancis terlihat memegang bendera Palestina di tribun.
Menjelang pertandingan babak 32 besar Brasil melawan Jepang, suporter juara dunia lima kali itu berbaris menuju stadion dalam jumlah besar sementara seorang penggemar dalam kelompok tersebut membawa bendera Palestina.
Seruan untuk Kemerdekaan Palestina
Di luar stadion di Seattle yang menjadi tuan rumah pertandingan Mesir-Iran, seorang wanita yang berpakaian seperti Patung Liberty menyerukan kebebasan bagi Palestina dan Lebanon sambil mengibarkan bendera kedua negara.
Bendera Palestina juga selalu terlihat di sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026.
Tim dan suporter Piala Dunia mendukung Palestina
Di antara negara-negara peserta adalah Turki, Spanyol, Skotlandia, Bosnia dan Herzegovina, Maroko, Senegal, Aljazair, Mesir, dan Iran, yang pendukungnya termasuk yang paling vokal dalam menunjukkan solidaritas dengan Palestina.
Baik Palestina maupun Israel tidak lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.
Palestina gagal mengamankan tempat melalui kualifikasi Asia dan, karena masalah keamanan, memainkan banyak pertandingan kandangnya di tempat netral.
Israel juga gagal lolos setelah tersingkir selama proses kualifikasi.
“Kartu Merah untuk Israel”
Klub sepak bola dan pendukung dari berbagai negara telah mendukung kampanye yang mendesak otoritas sepak bola untuk “memberi Israel kartu merah.”
Menurut pejabat Palestina, lebih dari 1.000 atlet, sebagian besar pemain sepak bola, telah tewas dan hampir 300 fasilitas olahraga rusak atau hancur sejak dimulainya perang Israel di Gaza.
Seruan agar Israel diskors dari kompetisi olahraga internasional juga didukung oleh para atlet dan pendukung di beberapa negara, termasuk Turki.*




