Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juli 2026 00:47 12:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juli 2026 00:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin dikabarkan akan mengundurkan diri, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa sekutu politiknya, mantan perdana menteri Sheikh Hasina yang kabur ke India, akan kembali ke negara itu.

Pengunduran diri Shahabuddin dikemukakan beberapa hari setelah Hasina mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan kembali ke Bangladesh, tempat dia menghadapi hukuman mati karena menindas demonstrasi mahasiswa yang menyebabkan penggulingan pemerintahannya pada tahun 2024, lansir BBC Jumat (24/7/2026).

Sejak Hasina kabur, Shahabuddin berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri dari para pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh yang berkuasa, demikian menurut sumber-sumber yang dikutip BBC Bangla.

Seorang pejabat senior mengatakan kepada BBC Bangla bahwa Shahabuddin akan mengajukan pengunduran dirinya kepada ketua parlemen, yang dijadwalkan kembali ke Bangladesh pada hari Jumat.

Pimpinan parlemen, Hafiz Uddin Ahmad, memangkas kunjungannya ke Thailand, di mana dia menjalani perawatan medis, menurut keterangan sejumlah sumber kepada BBC Bangla.

Baca Juga

Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Sumber-sumber lain juga mengatakan bahwa Shahabuddin mungkin akan menyebut sakit sebagai alasan pengunduran dirinya.

Namun, Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa pemerintah belum memberi tahu presiden apa pun, dan bahwa konstitusi mengizinkan presiden untuk mengundurkan diri jika ia menginginkannya.

Sebelumnya pada bulan ini, Hasina mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa dia dan para sekutunya akan kembali dari pengasingan di India dan menghadapi pengadilan di Bangladesh.

Tahun lalu, Pengadilan Kejahatan Internasional di Bangladesh menyatakan Hasina bersalah karena mengizinkan penggunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran yang 1.400 di antaranya tewas selama kerusuhan, yang akhirnya menyebabkan dia melarikan diri ke India bersama beberapa orang pengikutnya. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepadanya secara in absentia.

Dalam beberapa bulan setelah kepergiannya, partainya Hasina, Liga Awami, dilarang berpolitik dan banyak pemimpinnya dipenjara.”Para pemimpin dan pekerja partai saya mengalami penindasan yang luar biasa,” katanya kepada Reuters dalam wawancara awal bulan ini.

“Apabila kematian datang, saya ingin itu tiba di tanah air sendiri, di mana kedua orang tua saya dimakamkan dan darah mereka tumpah,” kata putri pahlawan kemerdekaan Bangladesh Sheikh Mujibur Rahman itu.

Bersamaan dengan digulingkannya pemerintahan Hasina, para birokrat papan atas di jajaran pemerintahannya disingkirkan dari jabatan mereka.

Mohammed Shahabuddin, yang mulai menjabat presiden pada 2023, merupakan satu-satunya sekutu Sheikh Hasina yang masih menjabat, dan dia terus melanjutkan tugas-tugas kepresidenan di saat pemerintahan sementara pimpinan ekonom peraih penghargaan Nobel, Muhammad Yunus, berkuasa.

Namun Shahabuddin, yang masa jabatannya sebenarnya berakhir tahun 2028, mengatakan kepada Reuters Desember tahun lalu bahwa dia bermaksud turun dari kursi kepresidenan. Dia mengatakan merasa “dipermalukan” oleh pemerintahan sementara, karena potretnya sebagai presiden disingkirkan tiba-tiba dari konsulat-konsulat dan kedutaan besar Bangladesh.

Namun demikian, dia menambah bahwa dia akan melanjutkan tugas kepresidenan sampai pemilu digelar dan membiarkan pemerintahan selanjutnya yang akan memutuskan jabatannya.

Setelah Partai Nasionalis Bangladesh menang telak dalam pemilu bulan Februari, Shahabuddin masih menjabat sebagai presiden.

Apabila dia jadi mengundurkan diri, pemilu untuk memilih presiden baru harus diselenggarakan dalam waktu 90 hari.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya INSISTS Camp 2026: Mengalirkan Ilmu dan Menguatkan Benteng Peradaban dari Rumah
Tulisan selanjutnya KUII VIII Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Penguatan Peran Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ragam

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Ragam
4 September 2026 17:26
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Terbaru

  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

8 September 2026 23:19
Berita

Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata

8 September 2026 14:00
Berita

Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

8 September 2026 13:17
Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

8 September 2026 12:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?