Hidayatullah.com – Setidaknya 152 warga Palestina telah syahid akibat serangan-serangan penjajah ‘Israel’ di Jalur Gaza selama bulan Juli. Angka itu menjadikan Juli sebagai bulan paling berdarah bagi warga Palestina sejauh ini.
Melansir Anadolu pada Ahad (02/06/2026), Kementerian Kesehatan Gaza menyebut terjadi peningkatan tajam dalam jumlah syuhada di Jalur Gaza selama bulan Juli, dengan 152 gugur di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, 21 diantaranya anak-anak, 14 perempuan dan empat lansia. Data ini menunjukkan bahwa penjajah ‘Israel’ terus menargetkan warga sipil dan daerah pemukiman padat penduduk.
Meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, penjajah ‘Israel’ terus melanggar gencatan senjata tersebut, menyebabkan 1.222 orang gugur dan melukai 4.053 lainnya, menurut kementerian tersebut.
Kementerian tersebut mengatakan jumlah total korban syuhada sejak dimulainya perang genosida ‘Israel’ di Gaza pada Oktober 2023 telah meningkat menjadi 73.349, dengan 174.162 orang terluka.
Selain korban jiwa, entitas Zionis juga menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil Gaza, sementara PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS.*




