Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2026 20:41 8:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Agustus 2026 20:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberitahukan Kongres AS tentang rencana untuk menutup lima misi asingnya, menurut orang-orang yang mengetahui perihal itu seperti dilansir Reuters Selasa (4/8/2026).

Dalam surat pemberitahuan yang dikirim ke sejumlah komite di Kongres AS akhir pekan lalu, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya berencana untuk menutup misi diplomatik yang berada di kota St. George (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), serta Winnipeg (Kanada).

Orang-orang yang mengetahui perihal surat pemberitahuan itu berbicara tanpa bersedia identitasnya disebut karena masalah itu tidak diungkap ke publik.

Misi diplomatik AS di St. George merupakan kedutaan besar. Pos yang ditutup di Medan, Winnipeg dan Nagoya merupakan konsulat, sementara pos di Douala merupakan kantor cabang kedutaan besar. Konsulat dan kantor cabang biasanya mewakili kepentingan AS di daerah di luar ibu kota negara tuan rumah.

Rencana penutupan itu, yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan, merupakan tindakan yang sangat jarang dilakukan oleh AS atas sejumlah misi diplomatik terutama yang berada di wilayah yang tidak mengalami kejadian geopolitik.

Baca Juga

Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama

Tahun lalu, di bulan-bulan awal pemerintahan Presiden Donald Trump, Departemen Luar Negeri memulai persiapan penutupan misi diplomatik yang dianggap tidak sejalan dengan agenda “America First” besutannya.

White House Office of Management and Budget bahkan memiliki program penutupan yang lebih ambisius, memasang target penutupan hingga 30 misi diplomatik AS di luar negeri dengan alasan tidak esensial dan untuk kepentingan penghematan anggaran.

Saat dimintai komentar pada hari Ahad (2/8/2026) oleh Reuters, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan sebuah pernyataan yang tidak mengkonfirmasi penutupan tersebut, tetapi mengatakan pihaknya sedang mengupayakan jejak diplomatik yang efisien dan efektif.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kebijakan pemangkasan itu diperlukan supaya misi diplomatik AS memiliki besaran yang tepat, yang menurut sebagian politisi Partai Republik selama ini terlalu gendut dan birokratis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
Berita

MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT

Berita
29 Juli 2026 12:29
Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama
Tunjukkan Sikap Pro-Palestina di Panggung Singapura Larang Massive Attack Tampil
Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow

Terbaru

  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
  • ‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
  • Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama
  • Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
  • Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat
  • Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
  • Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki

Mungkin Anda Juga Suka

Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah shalat kepada belasan mualaf di Sekolah Mualaf Indonesia (SMI) Jalan Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Berita

Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat

4 Agustus 2026 14:56
Berita

Rektor UIN Tulungagung: Jangan Jauhkan Anak dari Masjid

4 Agustus 2026 07:00
Berita

Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki

4 Agustus 2026 06:00
Berita

Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda

4 Agustus 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?