Hidayatullah.com – Sebuah laporan Reuters mengungkapkan bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menghabiskan sebagian besar persediaan rudal jarak jauhnya selama perang melawan Iran.
“Hampir semua” rudal tersebut, terutama rudal permukaan-ke-permukaan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) dan Rudal Serangan Presisi (PrSM), telah digunakan, lapor Reuters mengutip narasumbernya pada Rabu (05/08/2026).
Amunisi jarak jauh, yang masing-masing diperkirakan berharga lebih dari 1 juta dolar AS merupakan bagian penting persenjataan militer AS.
Rudal ATACMS AS yang dipasok ke Ukraina berperan penting dalam serangan-serangan jauh ke dalam wilayah Rusia. Sementara PrSM adalah rudal generasi yang lebih baru dan lebih canggih pengganti ATACMS, namun memiliki jangkauan lebih pendek.
Akibat persediaan yang terkuras
Terbatasnya rudal akurat jarak jauh berarti AS akhirnya harus mengandalkan misi pemboman pesawat berawat yang lebih berisiko, jika Trump kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Iran.
Menurunnya persediaan rudal dapat membatasi kemampuan AS untuk mencegah musuh, termasuk Rusia dan China.
CENTCOM AS dilaporkan hampir kehabisan rudal berbasis darat yang dimilikinya sebelum perang dimulai; mereka mampu mengisi ulang dari persediaan militer AS di tempat lain di dunia.
Meski begitu, Gedung Putih menyatakan AS memiliki “lebih banyak amunisi daripada siapa pun di dunia” dan “jauh lebih banyak daripada yang kita butuhkan.”
“Perusahaan pertahanan kita, saat ini, memproduksi lebih banyak amunisi daripada yang pernah mereka produksi sebelumnya, selain memperluas pabrik dan peralatan mereka pada tingkat rekor,” kata Trump.*




