Hidayatullah.com – Sedikitnya menteri 20 negara Muslim pada hari Rabu (05/08/2026) berkumpul di Amman untuk membahas hukuman kolektif terhadap ‘Israel’ yang baru-baru ini kembali menista Masjidil Aqsha.
Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan rapat berfokus pada tindakan ‘Israel’ di kiblat pertama umat Islam itu.
“Hari ini, kami menghadiri pertemuan yang benar-benar bersejarah di Amman,” kata Fidan, menambahkan: “Terjadi pertukaran pandangan yang serius. Negara-negara terkemuka di dunia Islam menyampaikan keprihatinan dan kemarahan mereka, sekaligus membahas langkah-langkah praktis, diplomatik, dan lainnya yang harus diambil.”
Menurut Fidan, peristiwa regional dan krisis global yang terjadi di dunia tidak mengalihkan fokus para peserta dari “isu Palestina, Masjidil Aqsha, Gaza dan Tepi Barat.”
“Karena kita tahu bahwa jika perhatian kita dialihkan ke satu masalah, Israel akan lebih mudah melakukan apa yang dilakukannya di Gaza, di Masjid Al-Aqsa, pada masalah Yerusalem, dan di Tepi Barat,” imbuh Fidan.
Mantan direktur Intelijen Nasional Turki itu menegaskan bahwa negaranya menganggap Masjidil Aqsha sebagai salah satu situs sucinya sendiri.
“Presiden kita (Erdogan), pemerintah kita, negara kita, dan masyarakat kita memandang Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci kita. Setiap pelanggaran yang ditujukan terhadapnya dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai bangsa kita,” tegasnya.*




