Hidayatullah.com–Iran memberikan izin kepada sejumlah kapal tanker minyak Iraq untuk melewati Selat Hormuz menyusul permintaan berulang kali dari Baghdad melalui berbagai saluran, lapor kantor berita negara Iran IRNA hari Sabtu (22/8/2026) seperti dilansir Reuters.
IRNA melaporkan bahwa mendapatkan izin khusus untuk tanker Iraq adalah salah satu permintaan utama Baghdad selama kunjungan juru bicara atau ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf ke Iraq.
Presiden Iraq Nizar Amidi mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran telah memfasilitasi perjalanan kapal-kapal pengangkut minyak Iraq melalui selat tersebut dalam beberapa hari terakhir dan Baghdad sudah membahas ekspor minyak Iraq melalui selat tersebut dengan para pejabat Teheran.
Isu tersebut masih tetap rumit, imbuhnya, saat berbicara di konferensi kebijakan Baghdad Dialogue.
Iraq termasuk di antara negara-negara yang paling terdampak oleh penutupan Selat Hormuz secara efektif oleh Teheran menyusul serangan Israel-Amerika Serikat atas Iran pada 28 Februari yang menyulut perang di Timur Tengah saat ini.
Sebelum pecah perang, Iraq memproduksi sekitar 4 juta barel minyak per hari.
Baghdad sedang berupaya memperluas ekspornya melalui pelabuhan Ceyhan di Turki dan juga mulai mengekspor minyak melalui pelabuhan Baniyas di Suriah dan pelabuhan Aqaba di Yordania, kata Perdana Menteri Ali al-Zaidi pada hari Jumat (20/8/2026).*




