Hidayatullah.com – Sejumlah negara Muslim, termasuk Turki dan Palestina, mengecam keras serangan Drone Houthi yang menargetkan kota suci Mekkah di Arab Saudi. Negara itu juga menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Riyadh.
“Kami mengecam keras serangan drone Houthi yang menargetkan kota suci Mekkah,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki pada Rabu (16/09/2026).
Turki mendesak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
“Menjaga perdamaian dan keamanan kota suci Mekkah merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh dunia Muslim,” ujar Kepala Komunikasi Turki, Burhanettin Duran.
Sebelumnya, sistem pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang di dekat Mekkah, menurut koalisi pimpinan Saudi.
Kelompok Houthi di Yaman, yang dituduh oleh Arab Saudi sebagai pihak yang meluncurkan drone tersebut, membantah bertanggung jawab atas serangan itu.
Kecaman terhadap Serangan Houthi ke Mekkah
Arab Saudi
Arab Saudi menyatakan bahwa tindakan kelompok Houthi yang menargetkan Mekkah merupakan “serangan teroris pengecut”.
Kerajaan di kawasan Teluk tersebut “menegaskan kembali haknya untuk mengambil segala langkah yang diperlukan demi mempertahankan keamanan dua masjid suci, para jamaah, serta seluruh wilayah Arab Saudi beserta warga negara dan penduduknya,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Sejumlah negara lain dan badan-badan dunia juga mengecam serangan tersebut.
Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut tindakan tersebut sebagai “aksi agresi yang memalukan”.
“Kesucian dan keamanan situs-situs suci serta keselamatan orang-orang yang mengunjunginya tidak boleh dijadikan sasaran, diancam, ataupun dilibatkan dalam konflik,” ungkap kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa Doha mendukung langkah-langkah Arab Saudi untuk “melindungi keamanan, wilayah, situs-situs suci Islam, dan para jamaah”.
Palestina
Otoritas Palestina menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan, kedaulatan, dan stabilitasnya.
Pihaknya menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara Mekkah, serta menggambarkan tindakan menargetkan kota paling suci umat Islam itu sebagai “tindakan kriminal yang berbahaya”.
Dalam sebuah pernyataan, pihak kepresidenan menegaskan bahwa menargetkan Mekkah—arah kiblat bagi umat Islam dan kota yang sangat dicintai—merupakan tindakan kriminal serius dan pelanggaran nyata terhadap kesucian situs-situs suci Islam, sekaligus ancaman terhadap keamanan Kerajaan Arab Saudi serta keselamatan warga negara, penduduk, dan para jamaah.
Pakistan
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras “upaya serangan drone” tersebut dan menyerukan kepada semua pihak untuk mengedepankan dialog serta menghindari eskalasi lebih lanjut.
“Saya mengecam sekeras-kerasnya upaya serangan drone yang pengecut dan keji terhadap Situs Suci Makkah Al-Mukarramah,” ujar Sharif dalam sebuah unggahan di X.
Maladewa
Presiden Maladewa Mohamed Muizzu menyatakan bahwa setiap tindakan yang “mengancam keselamatan dan kesucian kota paling suci umat Islam sama sekali tidak dapat diterima.”
“Setiap tindakan yang mengancam keselamatan dan kesucian kota paling suci umat Islam sama sekali tidak dapat diterima dan sangat menyinggung perasaan seluruh umat Islam,” kata Muizzu di platform X. Ia menyatakan “solidaritas penuh” Maladewa terhadap Arab Saudi dan memuji “respons cepat Angkatan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi dalam melindungi Kota Suci, para peziarah, dan penduduknya.”
India
India menyatakan “sangat prihatin” atas serangan tersebut.
“India menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan di wilayah kedaulatan Arab Saudi dan tindakan yang membahayakan nyawa warga sipil serta infrastruktur,” tambah Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan.
Malaysia
Perdana Menteri Malaysia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog.
“Saya memandang dengan penuh keprihatinan laporan mengenai pencegatan sebuah pesawat nirawak (drone) di dekat Makkah al-Mukarramah,” kata Anwar Ibrahim dalam pernyataan yang diunggah di X.
“Setiap upaya untuk mengancam keselamatan dan kesucian kota paling suci umat Islam sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya.
Kuwait
Kuwait menyebut peristiwa itu sebagai pelanggaran terhadap kesucian Kiblat dan penghinaan terhadap perasaan umat Islam.
Negara itu menegaskan kembali solidaritas mutlaknya dengan Arab Saudi dan memuji kewaspadaan serta efisiensi pertahanan udara Saudi, sembari menekankan bahwa keamanan Kerajaan tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan Kuwait dan negara-negara GCC.
OKI
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyebut serangan itu sebagai serangan “keji” terhadap kota suci umat Islam.
“Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan keji yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap kota Makkah dan wilayah Madinah, serta agresi berkelanjutan mereka terhadap Kerajaan Arab Saudi,” kata OKI dalam pernyataan yang diunggah di X.
Liga Arab
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, memuji angkatan udara Saudi karena berhasil menggagalkan serangan tersebut.
“Mengganggu keamanan Makkah dan kesucian situs-situs suci Islam merupakan masalah yang sangat serius,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Ia memperingatkan bahwa eskalasi serangan Houthi terhadap wilayah Saudi “mengancam keamanan dan stabilitas kawasan”.*




