Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Mantan Penjual Rokok yang Kini Jadi Wakil Direktur

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Desember 2011 12:37 12:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Desember 2011 12:37
Bagikan
Bagikan

MENGENAKAN kemeja lengan pendek putih bermotif garis-garis, ia terlihat sibuk memeriksa berkas-berkas. Ruang kantornya cukup luas dan dilengkapi berbagai fasilitas. Ukuranya kira-kira 7 x 7 meter persegi.

“Assalamu’alaikum,” kata asistenya sambil mengetuk pintu.

“Maaf, pak menggangu. Ada berkas yang perlu ditanda tangani,” ujarnya sambil menyodorkan beberapa lembar dokumen.

Belum lama selesai menandatangi, sudah datang asistennya yang lain lagi.

“Mohon ditanda tangani pak. Penting,” kata perempuan berjilbab itu. Lagi-lagi, sebelum menandatanginya, Ma’arif menelitinya lebih dulu. “Ini, terimakasih,” tuturnya sambil menyerahkan berkas tersebut.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Begitulah kesibukan sehari-hari lelaki Syamsul Ma’arif yang padat. Datang ke kantor, menanda-tangani berkas-berkas, dan meeting dengan klien.

Hari itu saja, ketika media ini menemuinya di ruang kantornya, seorang klien telah menunggunya.

Pria kelahiran tahun 1963 ini termasuk orang penting di jajaran PT Gama Group. Ia salah satu pemilik perusahaan pelayanan transportasi dan logistik yang terletak di Jl. Tanjung Priok No 12 Surabaya. Jabatanya sekarang adalah wakil direktur utama.

Perusahaan jasa yang kini menempati kantor dua lantai tak jauh dari pelabuhan Perak Surabaya ini memang cuku besar.

Meski baru didirikan tahun 2005, tapi telah memiliki cabang di beberapa daerah. Seperti Semarang, Makassar, Banjarmasin, dan Jakarta. Tidak hanya itu, Gama Group juga telah memimiliki beberapa enam anak perusahaan. Yaitu, PT. Gama Intisamudera, PT. Kuda Inti Samudera, PT. Gama Mitra Perkasa, PT. Gama Mitra Utama. PT. Gama Jaya Reksa, dan CV. Tirta Inti Persada.

Management FAST

Awalnya, perusahaan ini hanya melayani freight forwading (ekspedisi pengangkutan barang). Tapi, seiring laju pesatnya perkembangan perusahaan, kini merambah beberapa jasa. Seperti bongkar muat kapal, jasa pengadaan barang alat berat dan perawatannya (maintenance) serta pengoperasiaanya.

Sekarang, perusahaan ini memiliki lebih dari 800 karyawan. Omsetnya cukup besar. Sayangnya, Ma’arif tidak mau membocorkan.

“Omsetnya besar. Pokoknya mitra atau klien kami sudah banyak,” paparnya.

Adapun instansi atau perusahaan yang telah menjadi mitranya adalah: PLN, PT. Pelabuhan Indonesia dua, tiga, dan empat, PT. Semen Gresik, PT. PAL dan lainnya.

Mitra bisnis Ma’arif tidak saja pebisnis dalam negeri. Banyak juga dari penguasaha asing. Hal itu tidak terlepas dari dedikasi dan integritas perusahaan Gama Group yang kepada semua mitranya.

“Salah satu keberhasilan perusahaan ini karena kita menggunakan filosofi “FAST”. Yaitu empat sifat mulia Rasulullah: fathonah, amanah, sidiq dan tablihg,” tuturnya.

Ia mengatakan, keempat ruh dan spirit, menjadi spirit atau ruh perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya. Tentunya didesain atau dikombinasikan dengan sistem manegemen modern. Setidaknya, perusahaannya itu bisa menjadi mitra bisnis yang professional, memuaskan (satisfied), dan terpercaya (trust).

“Kalau klien sudah memiliki trust kepada kita. InsyaAllah, mereka akan jadi mitra yang loyal dan baik. Mereka akan mau apapun yang kita tawarkan,” ungkapnya.

Pendekatan yang dilakukan kepada klien, salah satunya adalah mengetahui minat atau hobi klien. Karena itu, tak jarang, Ma’arif harus menemani klien berolahraga hanya untuk mempererat jalinan bisnisnya itu.

“Yang terpenting juga harus dekat. Tak ada sekat dalam batin dengan klien bisnis,” ujarnya.

Hal itu pula dibuktikan Ma’arif. Ketika di awal-awal berdirinya perusahaannya itu, modal yang dimiliknya sangat sedikit. Modal seratus juta hasil patungan beberapa teman ludes hanya untuk mengontrak kantor dan memberi perlengkapan. Karena itu, ia pun harus bisa mencari dan menyakinkan klien.

“Yang saya lakukan adalah membuat proposal dan menawarkannya kepada klien secara cermat dan jujur, termasuk keuntungan yang aka didapat. Alhamdulillah, banyak yang deal dan membayar di muka,” ujarnya.

Tidak hanya dengan mitra bisnisnya, dengan karyawan juga demikian. Bagi Ma’arif, karyawan adalah aset penting perusahaan. Karena itu, harus dibangun sistem yang sama-sama menguntungkan. Untuk itu, ia memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan jenjang karirnya.

“Regenerasi di sini berjalan baik. Kita tidak ingin ada karyawan yang hanya bekerja itu-itu saja. Kita akan promosikan jika memang layak,” ujarnya.

Caranya, ia menyuruh karyawannya kuliah lagi. Nah, gara-gara itu, di perusahaan ini pernah ada bekas office boy yang kini menjadi asisten meneger. Tidak itu saja, perusahaan juga membantu setiap karyawan yang ingin membuka usaha di rumah.

“Pihak perusahaan akan memberikan pinjaman,” ujarnya.

Tidak hanya faktor professionlisme yang menjadi perhatian perusahaan. Faktor spiritual para karyawan juga sangat diperhatikan. Perusahaan ini rutin mengadakan acara keagamaan di hari-hari besar Islam. Di bulan Ramadhan diadakan pengajian rutin setiap hari. Perusahaan juga memfasilitasi arisan umroh di kantornya. Banyak karyawan yang sudah pergi umroh.

“Wah, kalau yang umroh sudah tidak terhitung lagi,” ujarnya tersenyum.

Ma’arif juga dikenal sosok ramah kepada karyawan dan suka berpenampilan sederhana. Gara-gara itu, pernah ada karyawan yang menyangkannya bahwa ia bukan termasuk jajaran orang penting di perusahaan itu. Suatu kali, ia dalam perjalanan pulang ada karyawan Gama Group. Karena sedang menunggu angkot, lalu diboncengnya olehnya.

Entah kenapa, di sepanjang perjalanan, karyawan justru menunjukkan tampak cuek. Karyawan itu hanya turun dan bilang terimakasih dengan wajah kurang friendly. Betapa kagetnya karyawan itu ketika dalam sebuah meeting tahu bahwa Ma’arif adalah orang penting.

“Dia minta maaf dan langsung menyami tangan saya,” tuturnya.

Empat tahun tidur di rombong

Kisah sukses yang diraih Ma’arif bermula dari perjuangan panjang. Masa lalu Ma’arif termasuk kelam. Ia dilahirkan di desa Konang, Glagah, Lamongan, Jawa Timur dari keluarga miskin. Orangtuanya, Abu Hasan dan Tajriyan hanya petani kecil. Hasilnya tak cukup untuk menghidupi dan membiayai sekolah ke lima anaknya.

Katanya, sekadar makan daging saja sulitnya bukan main. Bahkan, untuk makan telor saja harus dicampur tepung lebih dulu biar kebagian semua. Masa-masa itu membuat Ma’arif hidup sangat prihatin dan harus bekerja keras dengan membantu orangtuanya. Seperti cuci piring, masak hingga mencari kayu bakar.

“Gara-gara itu, saya dijuluki banci oleh teman-teman,” ujarnya mengenang.

Sejak itulah, suami dari Siti Munawaroh ini bercita-cita ingin menjadi orang sukses dan bisa menghajikan orangtuanya. Perjuangan Ma’arif dimulai ketika sekolah di SMA Mujahidin Surabaya. Seluruh biaya sekolahnya dibiayai sendiri dengan berjualan roti dan minuman. Ia juga pernah menemani saudaranya berjualan buku.

Ma’arif termasuk siswa yang cerdas. Selama sekolah tidak pernah lepas dari rangking satu dan dua. Usai SMA tahun 1983, ia diterima di Universitas Airlangga. Biaya kuliah dan hidupnya ketika itu berasal dari pemberian ibunya hasil menjual kalung emas seberat 10 gram atau senilai Rp 180 ribu. Uang itu digunakan untuk biaya kuliah dan membeli barang dagangan.

Untuk mengirit biaya hidup, Ma’arif tinggal di rombong sambil berjualan. Tempat mangkalnya ketika di Jalan Arjuna, Surabaya. Karena sempit, kalau tidur, kakinya harus ditekuk. Ia pula harus merasakan bau tak sedap dari got di bawah rombongnya. Hidupnya juga tak nyaman karena harus was-was dari usiran Satpol PP.
“Saya jualan di rombong bekas ayah saya,” tuturnya mengenang.

Saat mahasiswa ia sering diledek DRA. Tapi bukan gelar yang diberikan oleh universitas yang berarti “doktorandus”.

“Sewaktu kuliah, saya diberi gelar oleh teman-teman kuliah Drs (Dodol Rokok Surungan/penjual rokok dorong),” ujarnya sambil tertawa kecil.

Begitu susahnya, jika bulan Ramadhan ia manfaatkan mengantri buka bersama agar mendapatkan nasi bungkus gratis di Masjid Al-Falah, Jalan Darmo. Dari Arjuno, ia harus naik sepeda onthel ke Al-Falah.

Lulus kuliah, ia berpindah-pindah dari berbagai perusahaan. Mulai dari asuransi hingga jasa transportasi dan logistik. Alhamdulillah, ia selalu dinilai cemerlang. Setelah dinilai cukup modal, ia dan beberapa temannya mendirikan Gama Group yang sekarang dipimpinya dengan saham 30%. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Tarjih: “Bunga Bank adalah Riba dan Haram”
Tulisan selanjutnya Atheis AS Buka Kedok Republik Bangun Negara Teokratis Kristen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?