Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Kebakaran Jenggot Liputan Stasiun TV Al-Jazeera

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2003 09:07 9:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2003 09:07
Bagikan
Bagikan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell, Rabu lalu mengecam keras jaringan TV berita berbahasa Arab Al-Jazeera. Powell menyebut bahwa stasiun TV yang berpusat di Qatar, Uni Emirat Arab itu suka membesar-besarkan kemajuan kecil militer Irak. Al-Jazeera menurut Powell cenderung melaporkan upaya-upaya Amerika Serikat dalam gambaran yang negatif. Kita lihat apa yang akan dilaporkan Al-Jazeera setelah kami mengalahkan rezim ini dan AS … bekerjasama dengan yang lainnya, dengan PBB, mulai membawa masuk pasokan kemanusiaan, pasokan obat-obatan, upaya pembangunan kembali dan menempatkan suatu kehidupan lebih baik bagi rakyat Iraq, kata Powell. Dalam wawancara dengan National Public Radio di Washington, Powell menuduh stasiun TV itu kurang obyektif dalam pemberitaannya. Al-Jazeera punya garis redaksinya tersendiri dan cara penyampaian berita yang menarik bagi publik Arab, kata Powell. Mereka mengamatinya dan mereka besar-besarkan sukses-sukses kecil yang dicapai Saddam Hussein tersebut, katanya. Al-Jazeera sendiri mengku, rating penontonnya meningkat 10% sejak perang di Irak pecah. Jaringan televisi yang punya banyak koresponden di kota-kota Irak serta berbagai kota penting dunia lainnya, termasuk Washington, ini merupakan saluran televisi pertama melaporkan tayangan tentara AS tertangkap dan tewas pekan lalu. Tayangan Al-Jazeera yang diambil dari televisi negara Iraq tersebut kemudian memancing kemarahan besar para pejabat AS dan Inggeris yang menyebutkannya sebagai pelanggaran Konvensi Jenewa. Selain gambar-gambar tawanan perang itu, Al-Jazeera juga merupakan satu-satunya saluran siaran yang melaporkan peristiwa-peristiwa sangat penting dari kota di Irak selatan, Basra, tempat berlangsungnya pertempuran-pertempuran sengit antara pasukan koalisi dengan pasukan Iraq. AS sendiri yang dianggap sebagai pejuang demokrasi dan kebebasan berpendapat, ternyata merasa kepanasan. Kekesalan AS diperlihatkan dengan pelarangan melarang wartawan Al-Jazirah meliput aktivitas di Bursa Saham New York tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, situs Internet Al-Jazeera berbahasa Inggris yang beralamat di www.aljazeera.net telah diserang hacker (pembobol jaringan Internet) misterius. Sejak agresi AS ke Iraq berlangsung, Al-Jazirah merupakan satu-satunya pilihan menarik bagi masyarakat bahkan sampai di warung-warung kopi untuk melihat dan mendengar langsung liputan agresi Iraq. Salah satu stasiun TV yang langsung menayangkan Al-Jazirah adalah TV7 dan SCTV. Sebelumnya, kebanyakan liputan dunia hanya mendengar suara dari Reuter dan CNN yang banyak condong pada Amerika. Metro TV adalah diantara stasiun TV Indonesia yang masih setiap mengutip media milik pengusaha Yahudi itu. (AFP/Rtr/Cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Singapura Akui Banyak Beri Kemudahan Tentara AS
Tulisan selanjutnya PWNU Akhirnya Damaikan Konflik Pengurus PKB Jatim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas

Berita
28 September 2026 15:48
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?