Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Kembali Serang Basis ISIS di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2014 11:13 11:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2014 11:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara Iran akhirnya tidak tahan juga membiarkan Iraq sendirian melawan Daulah Islamiyah Iraq Wa Syam (DAIS/ISIL/ISIS).

Hari Rabu, negeri kaum Syiah ini meluncurkan serangan udara terhadap pasukan Daulah Islamiyah di sepanjang perbatasan dengan Iraq dalam beberapa hari terakhir.

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melaporkan Iran melancarkan serangan terhadap kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Iraq. Namun pemerintah Iran membantah hal tersebut.

“Iran tidak pernah terlibat serangan apapun untuk melawan ISIS di Iraq. Serangan yang dikomando Amerika Serikat sama sekali tak ada hubungannya dengan Iran,” ujar pejabat senior Iran, seperti dimuat Al-Arabiya, Rabu (03/12/2014).

Sementara itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan pihaknya yakin bahwa ada pesawat tempur pengebom F-4 Phantoms dari Iran dalam beberapa hari terakhir di kawasan Iraq.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Upaya Iran ditengarai untuk mendesakkan pengaruhnya di kawasan, saat peran Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka.

Intervensi Iran di Iraq menimbulkan dilema bagi para pejabat AS, yang biasanya tidak sungkan menerima bantuan dalam memerangi para Sunni Daulah Islamiyah. Namun, mereka khawatir bahwa Iran sebagai kekuatan utama Syiah di kawasan kian berhasrat memperparah ketegangan sektarian.

Para pejabat AS secara tersirat memberikan dukungan atas serangan terbatas Iran atas Daulah Islamiyah.

“Sudah jelas bahwa Iran menyerang [Daulah Islamiyah] di sejumlah tempat…,” ujar Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Brussels dikutip Voice of America (VoA).

Politikus Iran Hamid Reza Taraghi dalam sebuah wawancara, Rabu, mengatakan bahwa jet-jet tersebut memunculkan kerugian signifikan bagi pasukan Daulah Islamiyah.

Selama berbulan-bulan, Iran kerap mengirim pesawat tanpa awak ke langit Iraq guna menjaring informasi. Dua pejabat militer AS mengatakan serangan terbaru itu bukan kali pertama yang dilangsungkan Iran.

“Serangan [Iran] itu bukan yang pertama di wilayah Iraq,” ujar seorang petinggi Pusat Komando AS.

Ken Pollack, mantan analis militer Badan Intelijen AS (CIA), mengatakan serangan Iran kemungkinan ditujukan sebagai peringatan bagi perdana menteri Iraq baru dari golongan Syiah, Haider al-Abadi.

“Saya rasa ini cara Iran mengingatkan Abadi: ‘Hei, kami punya kepentingan di Iraq. Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan di Iraq untuk mempertahankan kepentingan tersebut. Oh ya, omong-omong, AS bukan satu-satunya di kawasan ini yang bisa mengerahkan kekuatan di udara,’” ujarnya dikutip The Wall Street Journal Indonesia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda PUI Adakan Muktamar Ke-3 di Palembang
Tulisan selanjutnya Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti: “Sekarang Anda Bisa Potret Tato Ini!”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?