Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Tujuh Alasan Mengapa Saya Tak Masuk Syiah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2014 07:53 7:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2014 02:11
Bagikan
Kalangan Ahlus Sunnah berdakwah melalui poster guna memberikan kesadaran kaum Muslim Mesir atas sikap sebagaian kelompok Syiah yang membenci Sahabat Nabi. "Abu Bakar dan Umar adalah pemimpin kami, Aisyah ra adalah ibu kami dan musuh-musuh mereka adalah musuh-musuh kami.”
Bagikan

Oleh: Syahrul Qur’ani

HARI-HARI ini banyak orang membicarakan Syiah. Sementara itu, sosialisasi yang gencar dan dengan dukungan dana yang kuat dari pemerintah Iran membuat jumlah pengikut Syiah bertambah dan mulau unjuk gigi.

Meski diakui pula, gerakan dakwah dan upaya membentengi umat Islam Indonesia yang mayoritas Ahlus Sunnah (Sunni) dari pengaruh Syiah gencar diadakan oleh para aktivis Islam, namun hal itu tak membuat kaum Syiah sepenuhnya diam. Mereka bahkan terus masif melakukan aksi, termasuk aksi politik.

Secara pribadi –bahkan jika boleh jujur– saya tak tertarik untuk masuk Syiah. Hanya saja, meski dibungkus dengan halus, ajaran ‘menyimpang’ sering membuat banyak kaum Muslimin tertipu.

Ada banyak alasan mengapa saya tidak begitu tertari dengan Syiah. Di antara alasan-alasan adalah sebagai berikut;

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Pertama, hanya orang-orang kafir yang membenci sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Syiah dikenal dengan kebencian dan laknat mereka terhadap para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, khususnya Khalifah Abu Bakar, Umar Ibnu Khattab, dan Utsman radhiyallahu ‘anhum. Ketiga khalifah yang mulia ini dianggap Syiah telah merebut hak khilafah dari tangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Maka siapa saja dari kalangan sahabat yang mengakui kekhilafahan mereka bertiga maka dianggap telah kafir oleh Syiah. Kebencian dan laknat itu sudah menjadi akidah mereka.

Syiah tak akan tegak tanpa kebencian dan dendam kesumat mereka terhadap para sahabat, padahal Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman (artinya);

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath: 29).

Allah menggambarkan kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabatnya, saling berkasih sayang sesama mereka. Lalu Allah memisalkan para sahabat Nabi seperti tunas-tunas yang tumbuh kokoh yang menyenangkan hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya, keadaan para sahabat yang demikian indah digambarkan oleh Allah justru membuat hati orang-orang kafir jengkel terhadap mereka.

Lalu bagaimana dengan Syiah? Kejengkelan dan kebencian mereka terhadap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah cukup untuk menjawab siapa sebenarnya mereka.

Kedua, Seperti inilah Allah mengelompokkan kaum muslimin

Kelompok I: Muhajirin

Golongan al-Muhajirin disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Hasyr: 8, Allah berfirman (artinya), “(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

Kelompok II: Anshar

Disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat selanjutnya (artinya), ”Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Kelompok III: Yang Mendoakan Muhajirin dan Anshar

Firman Allah;

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (QS: Al-Hasyr: 10).
Pembaca yang budiman, di kelompok manakah Anda berada? Menjadi golongan Muhajirin dan Anshar tentu saja tak mungkin, sebab mereka adalah para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah wafat.

Menjadi kelompok III? Sangat memungkinkan, dan semoga kita termasuk dalam kelompok ini. Caranya dengan mendoakan para sahabat Muhajirin maupun Anshar dan menghilangkan kedengkian terhadap mereka.

Lalu di kelompok manakah Syiah?

Muhajirin?  Anshar? Atau yang mendoakan para sahabat?

Alih-alih mendoakan, hati mereka justru dipenuhi dendam kesumat terhadap para sahabat.

Celakanya, Allah Azza wa Jalla hanya mengelompokkan kaum Muslimin ke dalam tiga golongan di atas. Tak ada golongan ke empat yang dapat menampung Syiah.

Ketiga, Sikap keras dan permusuhan Syiah terhadap para sahabat ternyata berbeda dengan sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para sahabatnya

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu…” (QS. Ali Imran: 159).

Jika Rasulullah shallallahu alaih wasallam seorang nabi yang mulia Allah perintahkan untuk bersikap lemah lembut terhadap para sahabatnya, maka sepantasnyalah umatnya bersikap lebih santun lagi terhadap mereka radhiyallahu ‘anhum.*/bersambung

Penulis tinggal di Makassar Sulawesi Selatan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mencelaNabirasulullahSahabat Nabisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Menterinya Jokowi ‘Bikin’ Marah Ustadz Yusuf Mansur…
Tulisan selanjutnya Mantan Wapres AS Dick Cheney: Interogator CIA Pahlawan bukan Penyiksa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?