Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Dukung Peraturan Tutup Toko Pukul 9 Malam di Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Januari 2015 15:55 3:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Januari 2015 15:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah wanita muda yang bekerja di sektor swasta menyuarakan dukungannya atas kebijakan Kementerian Tenaga Kerja yang menetapkan bahwa toko-toko di Saudi wajib tutup pada pukul 9 malam.

Para pekerja di toko-toko pakaian dan asesoris wanita setuju dengan kebijakan yang dinilai dapat melindungi seluruh wanita pekerja di sektor itu dan membantu mereka melanggengkan pekerjaannya.

Selama ini kebanyakan wanita berhenti tak lama setelah diterima bekerja di toko-toko pakaian dan asesoris, karena jam kerjanya yang panjang dan karena masalah transportasi.

Salah seorang pekerja bernama Ranim, menyebut keputusan pemerintah itu sebagai langkah positif.

“Saya yakin keputusan itu akan mengakhiri ekspolitasi dan kerakusan sebagian pengemudi yang manarik ongkos transportasi sangat tinggi kepada para wanita yang pulang kerja, terutama setelah pukul 11 malam,” kata Ranim dikutip Saudi Gazette Selasa (13/1/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak wanita, terutama yang bekerja sampai pukul 11 malam, mengundurkan diri karena keluarga melarang mereka berada di luar rumah hingga larut malam.

Menurut Ranim wanita yang sudah menikah akan memiliki waktu lebih banyak untuk merawat keluarga dan anaknya. Selain itu, kemacetan di jalan dan keramaian di pusat-pusat perbelanjaan akan berkurang apabila kebijakan itu diimplementasikan.

Seorang wanita pekerja lainnya, Hadil, memuji kebijakan tersebut yang menurutnya pasti akan mengubah kebiasaan berbelanja banyak orang.

“Begitu kebijakan diimplementasikan, keluarga-keluarga akan pergi belanja lebih awal di siang hari dan tidak lagi larut malam seperti yang banyak dilakukan orang sekarang ini,” kata Hadil.

Seorang pekerja, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan para majikan seharusnya membantu wanita yang bekerja untuk menopang keluarga mereka. Para wanita itu seharusnya diperbolehkan pulang lebih awal agar dapat menggunakan waktunya bersama keluarga.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koran Yahudi Lenyapkan Kanselir Jerman dari Foto Pawai Charlie Hebdo
Tulisan selanjutnya Al-Sisi Beri Kuasa PM Mesir Untuk Melarang Media Asing Penghina Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?