Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inilah Negara-negara Yang Menggunakan Hukuman Mati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2015 12:18 12:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2015 12:18
Bagikan
Hukum Mati di China
Bagikan

Hidayatullah.com–Tiongkok melakukan lebih banyak eksekusi dibanding negara-negara lain meski jika jumlah mereka digabung.
Hidayatullah.com–Meski negara-negara maju mulai menghapus hukuman mati, namun nyatanya jumlah eksekusi hukuman mati kian meningkat.

Laporan terakhir per tahun 2013 Amnesty International–organisasi non-pemerintah yang mempromosikan hak asasi manusia–menyebutkan eksekusi hukuman mati meningkat 15 persen dibanding tahun 2012.

Lonjakan eksekusi mati berada di negara-negara Asia, utamanya di Tiongkok, Iraq, dan Iran.

Setidaknya ada 778 orang yang dihukum mati di 22 negara di seluruh dunia. Angka tersebut tidak termasuk ribuan orang yang tewas di Tiongkok, yang tetap menyimpan datanya sebagai sesuatu yang rahasia.

Berikut daftar negara-negara yang paling banyak melaksanakan eksekusi hukuman mati:

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

1. Tiongkok

Tiongkok menjadi negara yang paling banyak menghukum mati, namun angka pastinya masih menjadi rahasia negara.

Laporan Amnesty International mencatat “informasi yang tersedia menunjukkan dengan kuat bahwa Tiongkok melakukan lebih banyak eksekusi dibanding negara-negara lain meski jika jumlah mereka digabung.” Jumlahnya diperkirakan ratusan.

Situs berita Jerman Deutsche Welle melansir, tahun 2013 saja tercatat sebanyak 2.400 tahanan menemui ajal di tangan algojo. Kendati mayoritas penduduk Tiongkok mendukung hukuman mati, suara-suara yang menentang mulai bermunculan. Kekhawatiran terbesar adalah lembaga yudikatif yang tidak jarang menghukum individu yang tak bersalah.

2. Iran

Sebanyak 369 tahanan tewas lewat eksekusi mati pada tahun 2013 silam. Iran memiliki tiga metode eksekusi, yakni tembak mati, hukuman gantung atau rajam. Sama seperti di Tiongkok, hukum di Iran mewajibkan pelaksanaan hukuman mati di depan publik. Iran berulangkali memicu kontroversi lantaran menghukum mati jurnalis, aktivis HAM atau individu dengan dakwaan yang lemah.

3. Iraq

Amnesty International mencatat hukuman mati di Iraq naik lebih dari 30 persen sejak 2012 menjadi 169 orang pada tahun 2013. Kebanyakan terpidana mati disebabkan karena secara samar disebut terkait pelanggaran pasal terorisme.

Menurut Deutsche Welle, hukuman mati di Iraq terutama marak digunakan sebagai instrumen kekuasaan pada masa diktator Sadam Husein.

Saat ini, 1.724 orang mendekam di penjara dan menunggu regu penembak beraksi. Tahun lalu PBB mendesak Iraq menangguhkan hukuman mati lantaran dinilai berpotensi memicu konflik horizontal.

4. Saudi Arabia

Jumlah hukuman mati di Saudi Arabia pada 2012 masih sama seperti tahun 2013. Setidaknya ada 79 orang dieksekusi di Arab Saudi, di antaranya ada tiga orang yang masih di bawah 18 tahun.

Metode hukuman mati yang paling sering digunakan di jantung kawasan Teluk ini adalah pemenggalan kepala. Kasus yang berujung vonis mati berkisar antara pembunuhan, penyeludupan, hingga praktik dukun.

5. Amerika Serikat

Sedikitnya 80 vonis hukuman mati dijatuhkan tahun 2013 di Amerika Serikat. Saat yang bersamaan 39 tahanan dieksekusi dengan menggunakan suntikan racun. Metode pilihan AS mendulang banyak kontroversi karena dinilai tidak efisien melumat nyawa terhukum. Terakhir seorang tahanan sekarat selama 39 menit setelah mendapat suntikan racun.

6. Indonesia

Kehadiran pemerintahan baru di bawah Joko Widodo tidak mengubah banyak dalam praktik hukuman mati di Indonesia. Sebaliknya orang nomer satu di Istana Negara itu berjanji akan segera melaksanakan sejumlah eksekusi yang tertunda, seperti diketahui Minggu dini hari sebanyak enam terpidana dieksekusi oleh regu tembak terkait kasus penyelundupan narkoba. Puluhan terpidana lainnya dalam daftar tunggu.

Tahun 2013 lalu Indonesia menghukum mati lima tahanan, kebanyakan tersangkut kasus penyeludupan obat-obatan terlarang.

Meski demikian, Amnesty International mencatat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, jumlah negara yang menggunakan hukuman mati menurun dari 37 negara di tahun 1994 menjadi 22 negara di tahun 2013.

Belarus adalah negara terakhir di Eropa yang menggunakan hukuman mati, tak ada eksekusi dilaporkan untuk pertama kali sejak 2009.

Sementara itu, Maryland menjadi negara bagian ke-18 di Amerika Serikat yang menghapuskan hukuman mati.

Pakistan kembali menangguhkan permohonan hukuman mati selama dua tahun berturut-turut.

Singapura tidak menganut hukuman mati. Bahrain dan Uni Emirat Arab juga dilaporkan tak memiliki catatan hukuman mati. Di seluruh Afrika, banyak negara yang meninjau kembali hukum mereka dengan penghapusan hukuman mati.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asiahukuman matiiraniraq
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI Dukung Pemerintah Terapkan Hukuman Mati Bagi Penjahat Narkoba
Tulisan selanjutnya Ada Ancaman, Pawai Mingguan Anti-Islam PEGIDA Dibatalkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?