Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Fransiskus: Gereja Larang Kontrasepsi, Tapi Jangan Beranak seperti Kelinci

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Januari 2015 20:32 8:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Januari 2015 20:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Paus Fransiskus menyatakan penegasannya terhadap ajaran gereja yang melarang kontrasepsi, tetapi juga meminta agar umat Katolik tidak beranak-pinak seperti kelinci dan harus bertindak sebagai orangtua yang bertanggungjawab.

Dalam perjalanan pulang dari Filipina hari Senin (19/1/2015), Paus Fransiskus kepada wartawan mengatakan banyak cara mengatur kelahiran yang telah disetujui gereja. Tetapi yang paling penting, katanya, tidak ada institusi manapun di luar gereja yang bisa memaksakan pandangannya soal pengaturan ukuran sebuah keluarga. Dia menyebut pembatasan kelahiran yang banyak diterapkan di negara-negara berkembang merupakan “kolonialisasi ideologi”.

“Setiap bangsa berhak untuk melindungi identitasnya tanpa dijajah secara ideologis,” kata Paus Fransiskus dikutip Aljazeera.

Fransiskus menegaskan pembelaannya terhadap Humanae Vitae 1968, kebijakan Vatikan yang menentang pengendalian kelahiran buatan (artifisial). Namun, pada saat yang sama dia juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang umat Katolik yang baik orang tidak harus seperti kelinci, memiliki banyak anak. Yang lebih penting adalah menjadi “orangtua yang bertanggungjawab” yang mengatur jarak kelahiran anak-anaknya sesuai ajaran gereja kata Fransiskus, seraya mengambil contoh seorang wanita yang ditemuinya sedang hamil anak kedelapan setelah melahirkan 7 anak dengan Cesarean section.

“Itu tidak bertanggungjawab!” kata Fransiskus mengomentari kasus wanita itu. Wanita itu mungkin berdalih bahwa dia harus percaya dan yakin kepada Tuhan. “Tapi Tuhan memberimu cara-cara untuk bertanggungjawab,” kata pemimpin Katolik Roma sedunia itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Fransiskus, banyak cara yang telah disetujui gereja untuk membatasi kelahiran. Misalnya saja cara alami dengan menghindari hubungan badan suami-istri ketika wanita sedang berada dalam masa ovulasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Ribu Penduduk Chechnya Protes Charlie Hebdo
Tulisan selanjutnya Kasus Siomay Cu-Nyuk, LPPOM MUI Tidak Bisa Lakukan Tindakan Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?