Hidayatullah.com–Sejumlah ormas Islam menghimbau masyarakat dan pusat-pusat hiburan untuk tidak menyelenggarakan pesta tahun baru sebagaimana sering dilaksanakan saat pergantian tahun. Menurut mereka, selain dianggap tidak memiliki kepekaan sosial, lebih baik dana hura-hura itu disalurkan untuk korban Aceh.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur KH. Ali Maschan Moesa yang dihubungi Hidayatullah.com melalui telpon di rumahnya menyatakan amat prihatin bila saat banyak saudara kita menjadi korban bencana masih ada masyarakat yang masih nekat menyelenggarakan pesta tahun baru.
Padahal, menurutnya, di negeri seberang, Malaysia, yang musibah tsunaminya tidak terlalu parah dibanding Indonesia, berani melarang pesta akhir tahun. “Masa kita yang lebih dramatis ini tidak melarangnya”, ujarnya. “Sebaiknya, kegiatan pesta akhir tahun sebaiknya diarahkan untuk pengumpulan dana kemanusiaan korban Aceh,” tambahnya.
Ali Maschan juga berharap sebaiknya bagi umat Islam justru melakukan evaluasi diri dengan cara istighosah (berdoa) dan melakukan muhasabah. “Dan dananya, bisa disalurkan ke korban Aceh, “ujarnya.
Di tempat terpisah, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Perwakilan Jawa Timur, H. Tamat Anshary Ismail telah meminta kepada Pemerintah Daerah di Jawa Timur untuk melarang adanya kegiatan pesta akhir tahun, termasuk yang digelar sejumlah pengelola media elektronik, perhotelan, serta warga masyarakat pada umumnya.
Kemarin (29/12), ujar Tamat, sejumlah ormas Islam Jawa Timur telah menyerukan dan meminta kepada pemerintah daerah agar memperhatikan keprihatinan musibah Aceh daripada melokalisir pesta akhir tahun yang akan digelar didaerah-daerah.
“Mengingat kondisi prihatin warga bangsa saat ini, maka sangat tidak etis jika sebagian masyarakat yang menggelar pesta akhir tahun tidak membatalkannya. Perbuatan pesta akhir tahun dengan hura-hura sesungguhnya akan sangat menyakitkan masyarakat yang kini ditimpa musibah. Karena itu sebaiknya dibatalkan, mesti pesta itu digelar di kampung-kampung,” ujar mantan anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang ini.
Senada dengan Ali Maschan dan Tamat Anshary, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk memiliki kepekaan sosial terhadap musibah yang dialami saudara-saudara kita di Aceh. Lebih jauh, Bowo juga meminta pemerintah segera menginstruksikan pelarangan pesta akhir tahun.
“Lebih baik kita mengadakan penggalangan dana korban musibah Aceh dan menyalurkannya dananya pada lembaga sosial yang sudah tercatat secara resmi di Departeman Sosial (Depsos) atau Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas/Baznas)”, katanya. “Agar dana-dana itu bisa diserahkan pada relawan yang terjun ke lokasi musibah”, tambahnya.
Sebelumnya, berbagai pihak, termasuk Waki Ketua DPR, Soetardjo Soerjogoeritno dan mantan Ketua MPR Amien Rais telah meminta pada pemerintah untuk menginstruksikan pelarangan pesta tahun baru. Meski demikian, sejumlah pengusaha hotel dan hiburan masih tetap melaksanakannya. (akbar muzakki/hidayatullah)