Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

BIN: Militer Asing Menyimpan Agenda Tersembunyi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Januari 2005 09:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berdasarkan data BIN, Amerika Serikat sudah lama meminta supaya Selat Malaka dikontrol mereka. Dan kini AS telah memiliki foto-foto Selat Malaka dan wilayah NAD, sebelum dan sesudah diterjang gelombang Tsunami. BIN mensinyalir, ada agenda tersembunyi dalam misi kemanusiaan pihak asing di wilayah bencana Tsunami, Nanggroe Aceh Darussalam. Demikian diungkapkan Kepala BIN Syamsir Siregar dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/1).

Dalam pertemuan itu, hadir pula Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di dampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Syamsir mengatakan, pihak asing pasti akan memanfaatkan setiap aktivitas untuk tujuan tertentu, seperti mencari tahu kondisi geografis Indonesia. Seperti Amerika Serikat, misalnya.

“Itu sudah pasti. Bodoh sekali Amerika Serikat (AS) kalau tidak punya kepentingan apa-apa selama di wilayah NAD,” katanya.

Menurut Syamsir, pihak AS sudah lama meminta supaya Selat Malaka dikontrol oleh mereka. Dan kini ada kesempatan. Syamsir yakin sekarang AS telah memiliki foto-foto Selat Malaka dan wilayah NAD, sebelum dan sesudah diterjang gelombang Tsunami. “Saya sudah ada data mereka,” tambah Syamsir. Kepentingan intelijen juga dilakukan negara lainnya seperti Australia, katanya menambahkan

Dengan alasan itulah, BIN sependapat dengan pembatasan waktu tiga bulan bagi militer asing di Aceh oleh pemerintah Dengan jangka waktu itu, Syamsir yakin Indonesia sudah mampu mengambil alih penanganan Aceh pasca-Tsunami.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

BIN telah menempatkan 15 stafnya di NAD. Data BIN menunjukkan militer asing mencapai 19 ribu personel, sedangkan ribuan lainnya termasuk dalam daftar relawan. Sementara data lain menyebutkan, pascabencana gempa dan Tsunami, ada sekitar tiga ribu personel pasukan dari 11 negara yang beroperasi di daratan Aceh. Adapun belasan ribu personel militer asing berada di kapal-kapal perang.

Sikap pemerintah sendiri sejauh ini masih simpang siur menyangkut batas waktu pasukan asing dan sejumlah relawan manca cegara di Aceh. Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan dengan tegas batas waktu pasukan asing yang hanya sampai tiga bulan.

Tetapi, pernyataan itu justru diralat Mentri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono. Menhan, mengatakan tanggal 26 Maret bukan lah batas akhir personil militer asing di Indonesia. Pernyataan Juwono itu disampaikan setelah bertemu dengan wakil Mentri pertahanan Amerika, Paul Wolfowitz.

Wolfowitz mengunjungi Aceh seminggu lalu setelah badai Tsunami menerjang Aceh. Tapi entalah, di saat bangsa Indonesia sedang berduka, seolah dengan sikap bijaknya, memmbicarakan soal embargo militer Amerika kepada Indonesia.

Lolos Ke Aceh

BIN juga menyampaikan kecolongan atas masuknya wartawan AS William Nessen yang telah dicekal dari Indonesia. Nessen, katanya, tiba di Aceh melalaui bandara Polonia, Medan, dan kemudian melanjutkan perjalananya ke Banda Aceh dengan menumpang sebuah truk.

“Dia itu masih dalam status cekal untuk memasuki wilayah Indonesia, kok bisa masuk Aceh,” katanya.

Sebelumnya Nessen pernah memasuki Aceh secara tidak sah dan diketahui masuk ke Markas GAM tanpa izin pihak Komando Operasi TNI di Lhok Seumawe.

Kepala BIN juga mengatakan, pihaknya juga mendapat permintaan dari Direktur Crisis Group International (CGI) Sydney Jones yang juga dicekal masuk Indonesia, agar dibebaskan dari pencekalan. Namun tetap menolak wanita yang sering membuat laporan memberatkan Indonesia itu.

“Namun saya tidak akan meluluskan permintaan itu. Gara-gara satu orang terus yang lain ikut kan susah juga. Saya tidak akan luluskan. Toh tidak ada juga tekanan dari negara-negara lain.(sctv/els/rep/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Citra Negatif Bush dan AS Makin Bertambah
Tulisan selanjutnya Hadiah Lebaran Pasukan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?