Hidayatullah.com–Pawai protes oleh warga Israel menentang penarikan Israel dari Gaza akan tetap berjalan meskipun 20.000 pasukan keamanan dikerahkan untuk menghentikan mereka, kata pihak penyelenggara. Namun polisi Israel menyatakan aksi massa 3 hari itu ilegal.
Polisi dilaporkan membangun barikade untuk menahan para demonstran mencapai kota Netivot yang merupakan tempat awal pawai protes.
Ribuan warga Israel diperkirakan akan memulai pawai unjuk rasa tiga hari dari kota Netivot di kawasan Negev barat menyeberang ke perbatasan Gaza, meskipun ada larangan polisi.
Dalam perkembangan lainnya, kelompok militan Palestina Hamas mengatakan akan mematuhi gencatan senjata tidak resmi yang kini terancam buyar ditengah pecah kembalinya kekerasan di Gaza.
Hamas mengatakan pihaknya bertekad menjaga ketentraman tetapi berhak untuk "melakukan perlawanan dan membela diri".
Israel menempatkan ribuan pasukan di perbatasan Gaza dan mengancam akan menyerbu apabila Hamas melakukan serangan lebih lanjut.
Sementara itu, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengatakan akan berusaha sekuat tenaga untuk mengakhiri serangan roket dan mortir Palestina terhadap komunitas Yahudi.
Pernyataan itu dikeluarkan pada hari yang sama saat terjadi kekerasan antara pasukan Israel dan kelompok-kelompok garis keras Palestina di Jalur Gaza.
Israel telah mengancam akan melancarkan serangan darat untuk lebih lanjut menghentikan serangan roket dan mortir Palestina.
Beragam serangan
Pada hari Minggu, beberapa warga Israel mengalami luka-luka dalam serangan di dua pemukiman Yahudi, Neve Dekalim dan Gush Katif.
Kemudian pada hari yang sama, militer Israel mengatakan telah menembak seorang pria Palestina selagi orang tersebut mendekati pemukiman Yahudi di Netzarim.
Selama beberapa hari terakhir terjadi sekitar 100 serangan mortir yang dilakukan oleh Hamas pada sasaran-sasaran Israel di Gaza dan sekitarnya.
Menanggapi serangan-serangan tersebut, pesawat Israel menembakkan rudal ke sebuah mobil di Jalur Gaza utara. Para saksi mata mengatakan penumpangnya berhasil menyelamatkan diri.
Sementara itu, Mahmoud Abbas mengatakan Otorita Palestina akan melakukan segala upaya untuk mencegah serangan-serangan roket.
Ia menyalahkan Israel atas ketegangan yang terjadi belakangan, dan memperingatkan bahwa semua serangan Israel ke Gaza "bisa merongrong semua hal dan merusakkan semuanya". (bbc)