Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

John Howard Kecam Kerusuhan Rasial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2005 11:41
Bagikan
Bagikan

Senin, 12 Desember 2005

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

  
 
Hidayatullah.com–
Perdana Menteri Australia John Howard menyerukan sikap tenggangrasa etnis dan relijius pasca kerusuhan rasial melanda Sydney akhir pekan kemarin. "Menyerang orang "atas dasar ras, tampang [dan] etnis" tidak bisa diterima, kata Howard.

Sebelumnya, ribuan pemuda kulit putih menyerang warga berlatar belakang Arab dan Mediterania di Pantai Cronulla hari Minggu. Bentrokan itu menyebabkan lebih dari 30 orang terluka, termasuk polisi, dan sedikitnya 16 orang ditahan.

Bentrokan terjadi menyusul penyerangan terhadap dua penjaga pantai pekan lalu, yang dilaporkan dilakukan oleh pemuda keturunan Timur Tengah.

Pasca serangan bahkan muncul pesan SMS yang beredar, dengan ajakan agar orang-orang membalas.

Pembalasan mulai berlangsung Minggu sore, ketika ribuan pemuda kulit putih berkumpul di Pantai Cronulla.

Sambil berteriak-teriak "No more Lebs [Lebanese]" [Enyahlah orang Lebanon dan "Aussie, Aussie, Aussie… Oi, Oi, Oi,", massa pemuda yang mabuk menyerang siapa saja yang tampaknya mungkin berasal dari Timur Tengah.

Jilbab seorang wanita muslim dirobek-robek, lapor media setempat.

Tindak kekerasan kemudian menyebar ke bagian-bagian lain Sydney, disertai serangan pembalasan oleh kelompok pemuda berwajah Timur Tengah, yang menikam seorang pria dan merusak sejumlah mobil.

Polisi membentuk satuan khusus untuk memburu mereka yang terlibat.

Menteri Kepolisian New South Wales Carl Scully mengatakan, kerusuhan ini dipicu oleh sekelompok anggota Neo-Nazi dan penganut faham supremasi kulit putih, yang menghasut massa yang mabuk.

"Sosok semacam ini paling pantas [muncul] di Berlin tahun 1930-an, bukannya di Cronulla tahun 2005," kata Scully kepada wartawan.

Memuakkan

"Tindak kekerasan massal ini memuakkan dan selalu dikutuk tanpa syarat," kata Howard kepada wartawan hari Senin.

Namun, dia bersikukuh mengatakan, tindak kekerasan ini tidak menandai masalah yang lebih dalam dalam masyarakat Australia.

"Saya tidak menerima bahwa ada rasisme yang tersembunyi di negara ini," kata Howard.

"Bangsa kami telah menyerap jutaan orang dari berbagai bagian dunia selama sekitar 40 tahun dan kami telah melakukan itu dengan keberhasilan luar biasa," tambahnya.

Howard juga membantah bahwa peringatan pemerintah mengenai militan muslim asal Australia telah ikut menyebabkan kerusuhan.

"Mustahil orang bisa tahu bagaimana perorangan akan bereaksi, tapi setiap pernyataan pemerintah ini tentang terorisme dari dalam negeri sepenuhnya beralasan," katanya.

Pemerintah Australia berulang kali memperingatkan risiko terorisme di wilayah Australia.

Sejauh ini belum terjadi serangan langsung terhadap negara negara ini. Tapi, warga Australia menjadi sasaran serangan militan di luar negeri beberapa tahun terakhir. Dan, bulan lalu 18 pria muslim ditahan di Sydney dan Melbourne atas dakwaan terorisme. (bbc/cha)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Simposiun LDK Se-Indonesia Teguhkan Islam Kaffah
Tulisan selanjutnya Kerusuhan Sydney Berlanjut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?