Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jauhi Azab dengan Cara Menolak Maksiat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2012 09:00 9:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2012 09:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

SEORANG aktivis Islam Liberal (JIL), menulis di sebuah akun Twitter mempertanyakan azab Allah Subhanahu Wata’ala kepada kaum Luth. “Kalau memang benar Kaum Luth diazab, kenapa Allah tidak menurunkan azab yang sama di zaman ini?”

Dengan kata lain, ia secara ragu mempertanyakan janji Allah Subhanahu Wata’ala yang tertulis dalam al-Quran Surat Huud tersebut. Sesungguhnya, jika dia memang benar-benar telah bersaksi sebagai seorang, Muslim tentu ia wajib mengimani dan meyakini kebenaran al-Qur’an. Sebab di antara Rukun Islam yang lima, nomor satu adalah; mengucap dua kalimat syahadat yang inti nya menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad itu rasul Allah. Menerima Allah berarti menerima sebua janji Allah yang telah disampaikan melalui al-Quran, di mana yang jelas-jelas menyatakan kaum Luth benar-benar diazab.

فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,” (QS. Huud [11]:82)

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

وَقَوْمَ نُوحٍ مِّن قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَى
وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى

“Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka. Dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah.” (QS. an-Najm [53]:52-53)

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِباً إِلَّا آلَ لُوطٍ نَّجَّيْنَاهُم بِسَحَرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu, kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,” (QS. al-Qomar [54]:34).

Pertanyaan tokoh JIL di atas paling tidak mengindikasikan dua hal, pertama dia tidak yakin kaum Luth diazab Allah, dan yang kedua —ini adalah tujuan dari pertanyaan tersebut— dia menjustifikasi dan mempromosikan perbuatan menyimpang homoseksual. Sekali lagi jika dia memang benar-benar Muslim tentu selain meyakini adanya azab terhadap kaum Luth juga berusaha mencegah azab Allah tidak turun bagi dirinya sendiri dan orang lain/orang banyak baik di dunia maupun di akhirat dengan cara tidak menjustifikasi dan mempromosikan perbuatan-perbuatan maksiat.

Memelihara Keluarga

Tak seorangpun mengharapkan azab menimpa diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya, untuk itu logis jika menjadi kewajiban setiap diri berusaha menolak dan tidak mendukung dan mempromosikan maksiat agar jauh dari azab karena siksaan Allah tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat maksiat tapi juga orang-orang lain yang baik-baik yang tidak berbuat maksiat.

Karena itulah Allah memerintahkan pada kita menjaga diri agar tidak tergelincir. Perintah ini disampaikan kepada semua pihak, baik yang imannya lemah atau yang mengaku imannya kuat sekalipun.

وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. al-Anfaal [8]:25)

Bukannya justru mendukung maksiat seperti memperkuat statement bahkan mendukung kemaksiatan dengan cara menjaga keamanan dalam acara-acara maksiat yang sedang berlangsung.

Sebagai seorang Mukmin, kita harus punya keyakinan, bahwa azab yang ditimpakan Allah kepada manusia tidaklah terbatas berupa bencana-bencana alam seperti banjir, gempa dan angin kencang, tapi azab Allah juga berupa penghidupan sempit berupa bencana-bencana dalam bidang ekonomi, sosial dan politik seperti yang hingga kini masih melilit diri kita bangsa Indonesia.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.” (QS. Thaahaa [20]:124)

Azab Allah juga berupa musibah-musibah dalam bentuk lain seperti kecelakaan kereta api, jatuhnya pesawat, banjir, gempa dll.

Sepatutnya kepedulian untuk menolak maksiat dan kemunkaran guna menjauhi azab kita jadikan kebiasaan hidup dan menjadi bagian dari gaya hidup kita. Usaha-usaha kita dalam menolak maksiat dan kemungkaran dengan segala cara dan media menunjukan kualitas keimanan kita. Tidak peduli dan mendiamkannya dengan diiringi perasaan benci saja berarti iman yang kita miliki adalah selemah-lemahnya iman, apatah lagi tidak peduli dan mendiamkannya tanpa diiringi perasaan benci (biasa-biasa saja) atau malah menyukainya, bisa-bisa di dalam hati kita sama sekali tidak ada iman sama sekali. Na’udzubillah min dzalik.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Allah menginformasikan mereka yang memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah orang-orang yang beruntung. Sebaliknya mereka yang tidak peduli dan tidak melakukan apa-apa adalah orang-orang yang tidak beruntung.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaklah di antara kalian ada segolongan umat yang memerintahkan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Dan merekalah termasuk orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]:104)

Semoga diri dan keluarga kita terhindar dari kemaksiatan dan fitnah zaman ini. Serta dijauhkan dari siksa dan azab Allah.*

Penulis peneliti ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) Kuala Lumpur Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politisi Partai Demokrat Berharap Lady Gaga Datang Lagi Lain Kali
Tulisan selanjutnya MIUMI Wakafkan 1000 Misykat Karangan Dr Hamid Fahmi Zarkasy

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?