Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Freemason Selandia Baru Berkurang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2009 13:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perkumpulan rahasia merupakan bahan yang bagus untuk pembuatan novel laris seperti The Da Vinci Code. Namun kenyataannya sekarang ini sedikit orang yang tertarik dengan rahasia mereka –misalnya organisasi Freemason– dan di Selandia Baru jumlah anggotanya sekarang adalah yang paling sedikit sepanjang sejarahnya.

Pada masa tahun 1960-an jumlah anggota mencapai puncaknya, yaitu hampir 47.000. Sekarang kurang dari 11.000.

Grand Master Freemason Selandia Baru, Stan Baker, mengatakan, meskipun ada anggota baru, jumlahnya tidak melebihi jumlah anggota yang mati atau terkena tekanan waktu zaman sekarang ini.

“Saya kira saya bisa mengatakan bahwa ayah mungkin tidak akan pernah mengganti popok dalam hidupnya.” katanya. Tak ada pemuda yang sudah berkeluarga ikut organisasi semacam itu sekarang ini.

Penurunan jumlah itu tetap terjadi, meskipun Freemason yang dikenal dengan kegiatan kemanusiaan dan pemberian sumbangannya, berusaha meningkatkan citra mereka dengan mengundang publik dan media ke pertemuan-pertemuan cabang mereka di tahun 2004. Dan Freemason tetap menjadi perkumpulan yang menyimpan rahasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Richard Clements, mantan Master Mason yang sekarang menjadi pembaptis di gereja, keluar dari organisasi itu karena upacara ritualnya dan memperingatkan orang lain agar tidak mengikutinya.

“Beberapa janji dan sumpah yang harus Anda ucapkan sebenarnya cukup mengerikan,” katanya. “Yang sebenarnya sangat terperinci, detil, dan sangat haus darah.”

Sejarawan Peter Lineham mengatakan, Freemasonry memiliki pengaruh yang signifikan dalam sejarah Selandia Baru  –dalam bisnis dan politik. Bahkan beberapa Perdana Menteri terakhir adalah anggota Freemason.

“Saya rasa, tiga di antaranya yang harus disebut, yaitu Massey, Holland dari era 1950-an dan Holyoake dari era 60-an,” kata sejarawan Peter Lineham.

Semasa pemerintahan Sir Keith Holyoake, gedung parlemen baru dirancang –awalnya dirancang di belakang selembar lap pembersih tangan oleh arsitek Inggris Basil Spence ketika ia makan malam dengan Holyoake. Bentuk bangunannya adalah sarang lebah–sebuah simbol dalam perkumpulan kebatinan.

Lagu kebangsaan Selandia Baru ditulis oleh seorang Freemason. Meskipun anggota perkumpulan kebatinan jumlahnya mungkin rendah saat ini dan hanya ada 2 anggota parlemen yang menjadi anggotanya, ia masih memiliki akar kuat di Selandia Baru.
Di Selandia Baru, Freemason diperkirakan memiliki properti dan investasi sebesar lebih dari $300 juta.(di/3n/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Stupidly” Obama Ungkap Rasialisme Amerika
Tulisan selanjutnya Dalam Seminggu Ada Empat Video Porno Anak Terbit di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?