Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Agung Desmond Tutu: Israel Harus Diberi Sanksi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2009 00:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Pelajaran yang harus diambil oleh Israel dari Holocaus adalah, ia tidak bisa meraih keamanan melalui pembangunan pagar-pagar, dinding dan senjata,” kata Uskup Agung  dari Afrika Selatan kepada surat kabar Israel Haaretz, kamis lalu. Hal itu disampaikannya ketika mengomentari pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Jerman pada hari Kamis, yang mengatakan bahwa karena Holocaus-lah maka Israel harus selalu melindungi dirinya sendiri.

Tutu mengatakan, “Di Afrika Selatan, mereka selalu berusaha mewujudkan keamanan dengan mengangkat senjata . Dan mereka tidak pernah berhasil. Mereka bisa aman ketika hak asasi semua orang diakui dan dihormati.”

Nominator hadiah Nobel itu berbicara kepada Haaretz ketika organisasinya, “The Elders“, melakukan tur ke Israel dan Tepi Barat. Ia mengatakan bahwa dunia Barat termakan rasa bersalah dan penyesalan atas Holocaus. “Itu wajar,” katanya.

“Tapi siapa yang membayar dosanya? Dosanya ditanggung oleh orang-orang Arab, oleh orang-orang Palestina. Pernah saya bertemu dengan duta besar Jerman yang mengatakan bahwa Jerman bersalah atas dua tindakan keliru. Dulu, yaitu apa yang telah mereka lakukan terhadap orang Yahudi, dan sekarang, atas penderitaan orang-orang Palestina.”

Uskup agung itu juga mengecam organisasi-organisasi Yahudi di Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa mereka mengintimidasi siapapun yang mengkritik tindakan penjajahan Israel dan segera menuduh kritik-kritik itu sebagai anti-Semit. Tutu menceritakan bagaimana organisasi-organisasi Yahudi itu menekan universitas-universitas di Amerika Serikat agar membatalkan kehadiran dirinya di kampus mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Desmond Tutu juga mengomentari seruan yang disampaikan oleh profesor Neve Gordon dari Universitas Ben-Gurion, agar Israel dikenakan sanksi khusus.

“Saya selalu mengatakan kepada orang-orang bahwa sanksi itu penting dikenakan kepada Afrika Selatan karena beberapa alasan. Kami pernah dikenakan sanksi olahraga, karena kami negara yang gila olahraga. Itu memukul banyak orang awam.  Dan merupakan salah satu instrumen psikologis yang kuat.”

“Kedua, sanksi itu juga memukul keuangan pemerintah Afrika Selatan. Yang saya maksud, jika kita menggunakan kekuatan embargo dan boikot ekonomi.”

Desmond Tutu bercerita, ketika F.W. de Klerk terpilih menjadi presiden, ia meneleponnya memberi selamat.

“Hal yang pertama kali ia katakan kepada saya adalah, ‘baiklah, kamu akan menghentikan sanksi itu sekarang?’ Meskipun mereka mengatakan, oh…sanksi ini sama sekali tidak mempengaruhi kami. Hal itu tidak benar.”

“Dan alasan penting lainnya adalah, sanksi itu memberikan harapan kepada rakyat kami, bahwa dunia akan menjadi peduli. Anda tahu, itu merupakan salah satu bentuk identifikasi.”

Di pagi buta, Tutu dan seluruh rombongannya mengunjungi desa Bil’in, di mana protes terhadap pagar pemisah yang dibangun Israel di atas tanah desa, berlangsung setiap pekan dan sering merenggut nyawa rakyat Palestina.

“Kami dulu membawa anak-anak kami ke Swazilan dan harus melalui pos pemeriksaan perbatasan di Afrika Selatan, dan kami menghadapi perlakuan yang serupa, di mana kamu berharap belas kasih dari petugas penjaga. Mereka yang memutuskan, kapan mereka akan memprosesmu dan mereka dapat menyuruhmu kembali tanpa alasan yag jelas. Tapi di lain pihak, kami tidak mengalami hukuman kolektif. Kami tidak mengalami penghancuran rumah hanya karena salah satu anggota keluarga dicurigai sebagai teroris.”

Ia mengatakan bahwa para aktivis di Bil’in mengingatkan dirinya pada Ghandi, yang berhasil mengusir penjajahan Inggris atas India tanpa melalui kekerasan, dan Martin Luther King, Jr., yang memperjuangkan wanita kulit hitam yang bosan karena harus menaiki bis yang terpisah dengan orang  kulit putih.

Ia menekankan bahwa, tidak ada situasi yang tanpa harapan, seraya menyebut keberhasilan proses perdamaian di Irlandia Utara. Proses perdamaian itu dimediasi oleh Senator George Mitchell, yang sekarang menjabat sebagai utusan khusus Amerika Serikat di Timur Tengah.

Ditanya mengenai kontroversi masalah Petah Tikva, di mana beberapa sekolah dasar Israel menolak untuk menerima murid asal Ethiopia, Desmond Tutu mengatakan kepada surat kabar Haaretz, “Saya berharap masyarakat  Anda akan  berubah.”[di/pt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jutaan Orang Datang, Mekah-Madinah Siaga Flu Babi
Tulisan selanjutnya DPR Setuju UU Haji Diubah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat

Berita
5 Agustus 2026 12:18
Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Terbaru

  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?