Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

8 Tentara AS Tewas di Afghanistan dalam Sehari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2009 14:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan Amerika Serikat (AS) mengalami satu dari hari paling berdarah mereka dalam delapan tahun perang di Afghanistan dengan delapan tentaranya tewas ketika markas terdepan terpencil mereka diserbu ratusan pejuang Taliban, kata pejabat pada Minggu.

Serangan fajar pada Sabtu itu dilakukan pejuang dengan turun menyapu lereng bukit dari masjid dan desa di provinsi Nuristan, Afghanistan timur, untuk menyerang dua markas di daerah perbatasan bergunung, yang merupakan tempat berlindung pejuang Al-Qaidah dan Taliban.

Pasukan Amerika Serikat mengundang serangan udara untuk menghalau serangan itu dalam pertempuran hingga malamnya, kata Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF), pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO, yang menggambarkannya sebagai pertempuran sangat sengit.

“Tentara sekutu barhasil menangkal serangan itu dan mengakibatkan korban besar di pihak musuh, sementara delapan anggota ISAF dan dua ANSF (Pasukan Keamanan Negara Afghanistan) tewas,” katanya.

Kolonel Randy George, Panglima Satuan Tugas Petempur Gunung di wilayah itu, mengatakan, “Itu serangan rumit di wilayah sulit.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Juru bicara Taliban menyatakan, 30 pejuang asing dan Afghanistan tewas dan mereka menculik kepala polisi daerah Kamdesh serta 30 tentara Angkatan Darat Afghanistan.

Kepala sandi di Nuristan, Mohammad Farooq, mengatakan, “Sekitar 700 pejuang Taliban ikut dalam serangan itu, yang datang dari Swat dan Dir (di Pakistan). Al Qaida juga di antara mereka.”

Gubernur Nuristan, Jamaluddin Badar, menyatakan, pejuang Taliban juga menyandera 13 polisi dan dua wartawan radio Afghanistan, yang didirikan dengan bantuan Amerika Serikat. Lima orang Taliban tewas.

ISAF berencana mundur dari daerah itu sebagai bagian dari penempatan ulang tentara untuk musim dingin mendatang di Afganistan dan pengaturan kembali siasat tentara ke daerah lebih banyak penduduk di timur, kata perwira media.

Kejadian itu merupakan serangan tunggal paling mematikan bagi tentara Amerika Serikat dan NATO, sejak 10 tentara Prancis tewas akibat sergapan di Afghanistan timur pada Agustus 2008.

Sebelumnya, sembilan tentara Amerika Serikat tewas di Nuristan pada Juli 2008.

NATO berjuang memadamkan perlawanan maut, yang meluas ke seluruh Afghanistan, hampir delapan tahun sesudah pejuang Taliban digulingkan dari kekuasaan.

Afghanistan timur mengalami peningkatan kekerasan baru-baru ini, saat pejuang Taliban menyebar jejak kaki mereka melewati wilayah kekuasaan mereka di selatan.

Pemikir Dewan Keamanan dan Pembangunan Antarbangsa berpusat di London memperkirakan, Taliban kini hadir di 80 persen dari Afganistan.

Mariam Abou Zahab, dari Pusat Kajian dan Penelitian Antarbangsa (CERI) di Paris, mengatakan, “Taliban dalam keadaan kuat. Mereka mau menunjukkan bahwa mereka di mana-mana.”

Keamanan memburuk di utara dan barat, yang sebelumnya tenang, dan serangan pejuang meningkat sebelum pemilihan presiden pada 20 Agustus.

Seperti di selatan dan timur, pertempuran antara pejuang dan pasukan asing kini menjadi kejadian sehari-hari.

Tahun ini adalah yang paling mematikan bagi tentara asing sejak 2001, dengan 394 kematian. 236 di antara mereka warga Amerika Serikat, kata kantor berita Prancis AFP, berdasarkan atas angka laman mandiri icasualties.org. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koran Inggris Sebut Ahmadinejad Keturunan Yahudi
Tulisan selanjutnya Makam Muslim di Inggris Kembali Dirusak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?