Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taliban Pamerkan Amunisi AS yang Dikuasainya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2009 14:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Televisi Al-Jazeera Selasa (10/11), menayangkan gambar ekslusif  yang memperlihatkan tentara Taliban menguasai senjata beserta amunisinya yang ditinggalkan tentara AS di sebuah pos pertahanan mereka di sebelah Timur Afghanistan.

Amunisi itu ditemukan di distrik Kamdesh Propinsi Nuristan, tepat di lokasi pertempuran sengit 3 Oktober lalu antara pasukan Taliban dengan tentara pendudukan yang dipimpin NATO terjadi. Ketika itu dilaporkan 8 tentara pihak AS dan sekutunya tewas.

Tanggal 9 Oktober pihak sekutu mengatakan kepada media, bahwa pasukan mereka beserta perlengkapannya telah ditarik dan dipindahkan dari pos-pos mereka di distrik Kamdesh, utara Propinsi Nuristan dan pos lain yang berada di wilayah timur Aghanistan.

Namun, faktanya para pejuang Taliban menunjukkan bahwa mereka telah menguasai senjata dan amunisi yang ditinggalkan tentara AS di salah satu pos tersebut.

Letkol Tod Viacian, seorang jurubicara pasukan NATO mengatakan, amunisi yang ditunjukkan dalam rekaman tersebut “kelihatannya perlengkapan milik AS.” Ia mengatakan tidak jelas bagaimana Taliban bisa menguasai amunisi tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Masih bisa diperselisihkan apakah mereka benar-benar mendapatkannya dari lokasi tersebut,” kata Vician.

Namun, Jendral Mohammad Qassim Jangulbagh, Kepala Polisi Propinsi Nuristan mengatakan, “Pasukan Amerika meninggalkan amunisi di pos pertahanan mereka itu.”

AS menghancurkan sebagian besar amunisinya, namun sebagian ada yang jatuh ke tangan Taliban, kata Jangulbagh.

Farooq Khan, seorang jurubicara kepolisian Afghanistan di Propinsi Nuristan juga mengatakan bahwa pasukan AS meninggalkan persenjataan dan amunisi mereka di daerah itu, yang sekarang berada di tangan Taliban.

Namun, Jendral Shir Mohammad Karimi, kepala operasi dari kementerian pertahanan Afghanistan agak skeptis. “Sejauh yang saya tahu, tidak ada satupun yang tertinggal,” kata Karimi.

Tanggal 3 Oktober terjadi pertempuran sengit antara pasukan ISAF (tentara gabungan AS dan sekutunya yang dipimpin NATO) dengan 300 orang pasukan Taliban yang menyerang 2 pos pertahanan mereka di distrik Kamdesh Propinsi Nuristan.

Dalam pertempuran itu NATO mengakui kekalahan mereka. Delapan prajurit mereka tewas, sementara mereka juga mengklaim berhasil menembak mati 100 pejuang Taliban.

Setelah kalah, rupanya mereka sadar wilayah itu sulit ditaklukkan. Pasukan AS dan sekutunya langsung angkat kaki dari pos-pos pertempuran mereka di 2 lokasi di Kamdesh dan empat pos lain di wilayah timur Afghanistan.

Tanggal 9 Oktober pejabat International Security Assistance Forces (ISAF) mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Sejalan dengan petunjuk Jendral Stanley McChrystal dalam melawan pemberontak, untuk melakukan strategi yang berpusat pada populasi, maka komandan ISAF memutuskan bulan lalu untuk memindahkan posisi pasukan dari daerah-daerah yang jauh dengan populasi penduduk yang sedikit  ke daerah yang berpopulasi banyak di wilayah tersebut.”

Dari pernyataan tersebut terlihat rasa ketakutan tentara AS dan sekutunya. Mereka tidak berani berperang di wilayah terpencil. Jika alasan keberadaan pasukan AS dan NATO di Afghanistan untuk menghajar Taliban, mengapa justru mereka menjauhi wilayah pertempuran Taliban yang banyak bersembunyi di daerah terpencil. Sebaliknya mereka malah membuat pos pertahanan di wilayah yang banyak penduduknya. Dengan memindahkan pos pasukan mereka ke wilayah yang banyak penduduknya, berarti mereka menjadikan penduduk sipil sebagai tameng.

“Untuk melindungi rakyat sipil di daerah yang berpenduduk banyak,” demikian kata ISAF beralasan dalam pernyataannya bulan lalu.[di/aj/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uskup Penyangkal Holocaust Diadili di Jerman
Tulisan selanjutnya IAIN Sunan Ampel Adakan Seminar “Nikah Yes! Gay Yes”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?