Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Penyangkal Holocaust Diadili di Jerman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2009 13:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang uskup Inggris, yang menyangkal Holocaust pernah terjadi, dipanggil oleh pengadilan Jerman dengan tuduhan menghasut kebencian rasial, kata juru bicara pengadilan pada Selasa (10/11) kemarin.

Richard Williamson, dari ultra-konservatif Masyarakat Saint Pius X, membantah tuduhan terhadapnya dan menolak membayar denda 12.000 euro (sekitar 180 juta rupiah), yang memungkinkannya menghindari pengadilan, kata juru bicara itu.

Pengadilan itu belum menentukan tanggal kemungkinan persidangan dan Williamson memunyai hak tidak muncul secara pribadi, tapi menunjuk pengacara untuk menangani perkaranya, kata juru bicara tersebut kepada kantor berita Perancis, AFP.

Williamson memicu kemarahan sekelompok orang pada Januari ketika diwawancarai di dekat Regensburg, Jerman selatan, saat ia mengatakan bahwa tak satu orang Yahudi dibunuh di kamar gas.

Semua itu dusta, bohong, kibul, katanya dalam wawancara tersebut, yang kemudian disiarkan di televisi Swedia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uskup itu menyatakan percaya bahwa 200.000 hingga 300.000 orang Yahudi mati di kampung tawanan Nazi, tapi tak satu pun di antara mereka mati di kamar gas.

Pernyataan itu memicu tanggapan sangat luas dari Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menyeru Paus Benediktus XVI mengklarifikasi bahwa tidak ada penyangkalan bahwa Nazi membunuh enam juta orang Yahudi.

Skandal itu membawa gaung khusus, karena Nazi Jerman adalah dalang dan pelaku pembunuhan dalam Perang Dunia II serta karena Sri Paus berusia 82 tahun itu ialah bangsa Jerman.

Sebagaimana diketahui, menyangkal kebenaran Holocaust, atau mempertanyakan unsur pokoknya, sangat terlarang di Jerman dan Austria dan pelakunya bisa diancam hukuman penjara dan denda.

Pada tengah September lalu Uni Eropa mengecam pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahwa Holocaust merupakan khayalan.

Uni Eropa mengecam pernyataan Presiden Ahmadinejad pada pawai Hari Quds di Teheran, tempat ia mengulangi penyangkalan terkait Holocaust dan hak berdiri negara Israel, kata pernyataan itu.

Pernyataan demikian mendorong gerakan antisemit dan kebencian. Kami menyeru pemimpin Republik Islam Iran memberi kontribusi bagi perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, katanya.

Ahmadinejad mengulangi tanggapannya tentang Israel dan khayalan holocaust, yang telah memicu kecaman beberapa negara.

Mereka (kekuatan Barat) menghidupkan khayalan holocaust. Mereka berbohong, memperlihatkan pertunjukan dan kemudian mereka mendukung Yahudi, katanya di tengah teriakan “Mati Israel”, yang dilontarkan pendukungnya.

Dalih bagi pembentukan kekuasaan Zionis merupakan kebohongan, yang bergantung pada pernyataan tak dapat dipercaya. Khayalan dan pendudukan Palestina tak ada kaitan dengan Bencana itu, katanya.

Waktu penguasa ini tinggal menghitung hari dan dalam perjalanan menuju kejatuhan. Penguasa ini sedang sekarat, katanya.

Beberapa negara, termasuk Inggris, Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat, mengutuk tanggapan Ahmadinejad itu.

Hamas pada akhir Agustus mengecam PBB, karena badan dunia itu merencanakan mengajar anak-anak Palestina di Jalur Gaza mengenai Holocaust.

Dengan mencap pembasmian bangsa Yahudi oleh Nazi itu sebagai kebohongan Zionis, gerakan pemerintah Jalur Gaza itu menulis dalam surat terbuka pada pejabat tinggi PBB bahwa ia sebaiknya menarik buku sejarah baru di sekolah di Gaza. [afp/ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Misionaris Gunakan Cara Halus Masuk Sumbar
Tulisan selanjutnya Taliban Pamerkan Amunisi AS yang Dikuasainya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?