Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Raksasa Paman Sam Vs Si Kurus Somalia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2009 13:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tiga tahun setelah menciptakan “krisis kemanusiaan terparah” di Afrika, dengan mendukung penuh Ethiopia untuk menginvasi Somalia, Amerika Serikat sekarang menggunakan makanan sebagai senjata menghadapi orang-orang Somalia yang kelaparan.

Pemerintah Amerika Serikat melancarkan “perang kelaparan” terhadap rakyat Somalia. Menurut pejabat PBB, Washington telah mengganggu penyaluran bantuan makanan yang sangat dibutuhkan Somalia, dengan alasan makanan itu akan jatuh ke tangan Shahab, kelompok perlawanan Muslim Somalia yang disebut AS sebagai “teroris”.

Empatpuluh juta pound makanan sumbangan — yang katanya berasal dari AS, hanya dibiarkan menumpuk di gudang kota Mombasa, Kenya. Para pejabat AS tidak memperbolehkan petugas kemanusian menyalurkannya kepada rakyat Somalia yang sangat membutuhkan.

Sangat jelas sekali Amerika menggunakan makanan sebagai senjata politik. Mereka menyandera orang-orang yang kelaparan dengan memanfaatkan tujuan-tujuan politiknya. Taktik yang serupa digunakan oleh tentara-tentara jaman kuno, dengan sengaja mengepung dan membiarkan penduduk sebuah kota kelaparan, hingga akhirnya menyerah.

Hampir tiga tahun sudah, sejak Amerika mengubah kehidupan rakyat Somalia menjadi neraka. Bulan Desember 2006, AS mendukung penuh Ethiopia untuk menyerang Somalia, guna mengulingkan pemerintahan Islam yang telah membawa kedamaian di Somalia.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Invasi itu menciptakan keadaan yang dsebut PBB sebagai “krisis kemanusian terparah di Afrika”, yang bahkan lebih parah dari krisis Darfur di Sudan.

Krisis parah yang diciptakan Amerika di Somalia, bertambah parah dengan kekeringan yang melanda seluruh negeri. Sebagai akibatnya, separuh populasi harus bergantung secara penuh pada bantuan makanan dari luar negeri.

Dengan mengunci persediaan makanan di gudang-gudang Kenya, “pemerintah AS menahan bantuan untuk Somalia … disandera untuk kepentingan kebijakan kontra-terorismenya,” demikian tulis majalah Foreign Policy (30/10).

“Amerika tidak bisa memenangkan peperangan dengan menggunakan cara militer yang konvensional, maka mereka mengambil jalan perang dengan memanfaatkan kelaparan,” lanjutnya.

Pemerintahan boneka AS di Somalia sekarang ini hanya mengendalikan beberapa perkampungan di ibukota Mogadishu dan bandara udaranya saja.

Menurut sebuah artikel di New York Times, para orangtua melaporkan, anak-anak mereka yang selama ini bertahan hidup dengan bantuan makanan sekarang sekarat, karena Amerika menghentikan penyaluran bantuan.

Kondisinya sangat mengerikan, karena hanya gudang-gudang makanan AS di Kenya saja yang bisa masuk ke Somalia saat ini. Tidak ada sumber lain yang bisa dimanfaatkan.

Kekeringan di Afrika Timur telah mempengaruhi sekutu-sekutu dan juga musuh-musuh AS.

Ethiopia telah mengajukan permohonan bantuan atas nama 23 juta rakyatnya yang terancam kekeringan di berbagai daerah.

Kekeringan terburuk dalam sepuluh tahun terakhir ini di Somalia, diperparah dengan kenaikan harga bahan makanan yang melonjak sangat tinggi, yang sengaja diciptakan oleh para spekulator asal AS dan negara-negara kaya lainnya.

Dengan demikian rakyat Somalia yang kelaparan semakin babak belur, karena dihantam dari tiga sisi. Kenaikan harga yang diciptakan para spekulator, kekeringan, dan pemerintah Amerika yang sengaja menjalankan taktik “perang kelaparan”.

Pemerintahan Obama benar-benar sengaja ingin membuat orang-orang Somalia menjerit, sebagai hukuman atas perlawanan mereka terhadap kungkungan Paman Sam.

Tapi bayi-bayi Somalia yang kelaparan tidak bisa menjerit, mereka bahkan tidak mampu untuk meneteskan air mata. [di/un/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ke Mana Larinya Naskah Bersejarah di Museum Nasional Iraq?
Tulisan selanjutnya Pesan Moral Idul Qurban dan Ruhul Ukhuwwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?