Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Akibat Perang, Anak Iraq Lebih Pendek

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2010 17:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pertumbuhan anak-anak di Iraq menjadi terhambat akibat perang. Peneliti menemukan, dalam tiga tahun terakhir anak-anak yang lahir di Irak menjadi lebih pendek 0,8 cm dibanding anak-anak yang lahir di daerah aman.

Peneliti Inggris menemukan hasil itu berdasarkan data dari kantor statistik Iraq. Peneliti melakukan kajian terhadap perkembangan anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Lebih pendeknya anak-anak yang lahir di Iraq ini diyakni karena pola makan dan sanitasi yang buruk. Konflik perang juga semakin merusak kesehatan anak-anak.

Hasil penelitian dari University of London dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Royal Economic Society, seperti dilansir dari BBCNews, Senin (29/3).

Peneliti menilai, ini merupakan masalah serius karena anak-anak yang terlahir di daerah perang terutama di bagian selatan dan tengah Iraq mengalami masalah kesehatan.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Meski anak-anak itu terlahir menjadi lebih pendek, namun peneliti tidak menemukan adanya berat badan yang kurang. Ini menunjukkan bahwa bukan kuantitas makanan yang menjadi masalah tapi kualitasnya.

Anak-anak diberi makan seadanya yang penting kenyang tanpa memperhatikan nilai gizinya. Lebih pendeknya anak-anak Irak saat ini juga ditengarai karena kualitas ibu hamil yang juga menurun.

“Ketinggian anak-anak ini mencerminkan kualitas makanan yang buruk dan seringnya terjangkit penyakit, seperti diare karena tidak adanya pasokan air bersih,” kata Gabriela Guerrero-Serdan bagian ekonomi Royal Holloway, University of London.

Anak-anak perlu diberi gizi cukup agar menjadi menjadi lebih sehat, produktif, dan mampu belajar untuk masa depannya. Anak usia emas hingga 5 tahun menjadi penentu pertumbuhannya ke depan.

Masalah gizi ini juga sebelumnya telah menjadi sorotan Unicef. Asupan nutrisi di bawah normal telah mencuri kekuatan anak dan membuat tubuhnya tidak bisa melawan penyakit yang berbahaya.

Sampai saat ini masalah gizi buruk pada anak-anak di beberapa negara berkembang masih menjadi masalah kesehatan besar yang belum dapat ditangani dengan maksimal.

Laporan Unicef mengungkapkan bahwa masih banyak kematian yang terjadi pada anak-anak terkait dengan pola makan yang buruk. Selain kematian, kerugian lain yang mungkin didapatkan anak adalah memiliki pertumbuhan yang terhambat. [dth/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid untuk Muslim Stockholm dari Putra Raja Fahd
Tulisan selanjutnya Menag Bersyukur MK Tolak Judicial Review UU Pornografi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Berita
5 September 2026 10:14
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?