Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

CIA Manfaatkan Wanita Afghan Dukung NATO

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Maret 2010 16:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menurut sebuah dokumen CIA yang bocor ke media Jumat lalu, para pakar di CIA optimis bahwa orang-orang Afghanistan dan para wanitanya bisa direkrut, untuk meyakinkan orang Eropa yang skeptis terhadap perang pasukan Barat di Afghanistan.

“Para wanita Afghanisan bisa berfungsi sebagai penyampai pesan kemanusiaan yang ideal,”  demikian menurut dokumen CIA yang dibocorkan oleh WikiLeaks  (26/3).

Pandangan wanita Afghanistan akan memberikan arti khusus, jika mereka dapat mengungkapkan “aspirasi mereka tentang masa depan, dan ketakutan mereka akan kemenangan Taliban.”

CIA menolak untuk mengkonfirmasi atau membantah keaslian dokumen itu. Namun, beberapa dokumen pemerintah dan perusahaan yang sebelumnya pernah diungkap WikiLeaks, di kemudian hari terbukti kebenarannya.

Dokumen yang bertanda rahasia itu, berisi strategi memanipulasi opini publik Eropa, khususnya Prancis dan Jerman, atas perang Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun tidak memerinci langkah apa saja yang harus dilakukan–misalnya melalui propaganda di media massa atau semacamnya–namun dokumen itu memaparkan poin apa yang dianggap bisa mengubah pandangan publik terhadap perang Afghanistan. Salah satu usulannya adalah memanfaatkan wanita guna merayu publik Prancis, karena mereka sangat memperhatikan masalah HAM wanita Afghanistan. Menurut data statistik, misi mereka lebih populer di Afghanistan daripada di Eropa.

Sementara untuk publik Jerman, mereka menggunakan taktik menakut-nakuti, bahwa kemungkinan NATO akan gagal, terorisme merebak, dan berbagai masalah terkait opium serta pengungsi.

“Kegagalan pemerintah Belanda atas komitmen pasukannya di Afghanistan, menunjukkan kerapuhan dukungan Eropa terhadap misi ISAF yang dipimpin NATO,” tulis dokumen itu.

Seperti kita ketahui, beberapa negara NATO–seperti Prancis dan Jerman–memikirkan sikap apatis rakyat mereka dalam mengambil keputusan penambahan jumlah pasukan.

Laporan CIA itu mencatat, 80 persen rakyat Prancis dan Jerman menentang perang. Tapi CIA memberikan jalan keluar, yaitu sikap apatis publik, yang telah  memungkinkan para pemimpin Eropa memperluas dan memperpanjang keterlibatannya di Afghanistan, meskipun mendapat tentangan.

“Jika perkiraan musim panas berdarah di Afghanistan bisa dilewati, ketidaksenangan pasif rakyat Prancis dan Jerman atas keterlibatan pasukan mereka, bisa berubah menjadi partisipasi aktif dan menunjukkan sikap permusuhan secara politis,” kata dokumen itu.

Dalam dokumen juga disarankan untuk melibatkan Obama. Meskipun beberapa bulan terakhir dukungan atas dirinya berkurang di dalam negeri, namun ia populer di Eropa.

Kepercayaan publik Prancis dan Jerman atas kemampuan Presiden Obama mengatasi masalah internasional pada umumnya dan Afghanistan khususnya,  akan secara langsung memberikan kesan tentang pentingnya misi ISAF bagi mereka. Dan akan menimbulkan kekecewaan atas negara-negara sekutu yang tidak mau membantu.

Dengan menyoroti keberhasilan ISAF memberikan efek positif bagi rakyat sipil, sehingga diharapkan publik akan mendukung perang. Menurut hasil jajak pendapat bulan Desember 2009 yang mereka lakukan, duapertiga rakyat sipil Afghanistan mendukung kehadiran ISAF.

Jika dokumen tersebut benar adanya, maka semakin jelas bukti keterlibatan CIA dalam perang di Afghanistan sangat dalam dan sudah berlangsung lama. Sebelumnya, berita mengenai keterlibatan CIA dalam kegiatan militer terbongkar setelah tujuh orang mata-matanya terbunuh dalam bom bunuh diri. Kasus itu mengungkap keterlibatan mereka dalam pengoperasian pesawat-pesawat tempur tak berawak yang membombardir Afghanistan dan memakan banyak korban warga sipil. [di/afp/wkl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanold migrateperang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Website Gereja China Pasca Hengkangnya Google
Tulisan selanjutnya “Salah Transfer”, Rp 816 Miliar Dikembalikan ke Bank

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?