Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Diaspora Kritik Israel untuk Bela Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2010 13:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 3.000 Yahudi Eropa, termasuk para intelektual terkemuka, menandatangani petisi yang menentang kebijakan pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel dan memperingatkan bahwa memberi dukungan sistematis kepada pemerintah Israel adalah berbahaya.

Di antara penandatangan petisi adalah filsuf Prancis Bernard-Henri Levy dan Alain Finkielkraut, serta Daniel Cohn-Bendit, seorang pemimpin kelompok Hijau di Parlemen Eropa.

“Kami bicara sebagai teman Israel dan kami berkata bahwa: Anda melakukan kesalahan. Anda yang harus memutuskan bagaimana bersikap, bukan kami,” kata David Chemla, ketua kelompok penandatangan yang dikenal dengan JCall, kepada surat kabar Israel Haaretz, Senin lalu.

“Tapi sebagai teman, sebagai Yahudi, kami ingin mengatakan bahwa Anda menempuh jalan yang salah,” tegas Chemla, yang pindah ke Prancis setelah menetap di Israel selama 10 tahun dan berdinas di IDF.

Kelompok JCall berharap bisa membentuk sebuah gerakan di Eropa yang “memegang komitmen kepada negara Israel, sekaligus kritis terhadap keputusan-keputusan pemerintahnya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yossi Sarid, yang pernah menjabat menteri Israel, dalam tulisannya di Haaretz edisi Ahad lalu memuji gerakan tersebut. Ia menyebut mereka adalah orang-orang yang selalu menggunakan setiap kesempatan untuk membela Israel secara terbuka, sekaligus tetap setia terhadap negara Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel menolak untuk mengomentari petisi tersebut, dengan alasan inisiatif itu tidak disponsori pemerintah.

Meskipun para penandatangan banyak yang berasal dari Prancis, komunitas Yahudi Prancis berdebat seru atas petisi yang diberi judul “Call For Reason” itu.

Presiden asosiasi Yahudi terkemuka di sana, CRIF, menolak untuk menandatanganinya. Ia mengatakan, keberatan dengan sebagian bahasa dan intonasi yang digunakan.

“Apakah Israel memerlukan Yahudi diaspora untuk mengetahui apa keputusan ‘yang tepat’, apa yang seharusnya menjadi batasan dari sebuah negara yang dilindungi oleh putra dan putri mereka?” tulis Richard Prasquier di surat kabar Le Figaro.

Dalam situs webnya JCall mengatakan bahwa negara Israel menghadapi bahaya, dengan menduduki dan terus membangun pemukiman di wilayah Tepi Barat dan distrik-distrik Arab di Yerusalem Timur.

“Secara moral dan politis, kebijakan ini salah dan menyebabkan Israel menghadapi proses delegitimasi di luar negeri,” tulis mereka.

JCall mengatakan, mereka memiliki dasar pemikiran yang sama dengan JStreet, kelompok Yahudi di Amerika Serikat, pendukung negara Israel yang juga menunjukkan sikap kritisnya.

Yael Khan, seorang Yahudi Israel, mengatakan kepada Al-Jazeera, bahwa sebagai seseorang yang menentang pelanggaran HAM rakyat Palestina oleh Israel, ia senang mendengar JCall berani mengkritik kebijakan Israel secara terbuka.

“Namun demikian, menurut saya ‘Call For Reason’ sama sekali tidak tepat, karena (petisi) itu tidak menyebutkan fakta bahwa pemukiman-pemukiman ini adalah ilegal,” tegas Kahn, Ketua Islington Friends of Yibna yang bermarkas di Inggris.

Sepertinya apa yang dilakukan orang-orang Yahudi itu, sekedar upaya menaikkan citra Yahudi dan Israel, yang beberapa waktu belakangan mendapat tekanan dan kecaman dari dunia internasional. Sebagaimana ditulis Yossi Sarid yang merupakan mantan anggota Knesset, JCall adalah sekumpulan orang yang meraih setiap peluang untuk membela Israel secara terbuka dan tetap setia terhadap negara itu.

“Bahkan selama Operation Cast Lead dan setelah Goldstone Report, mereka tetap berada di sisi Israel. Negara Israel ketika masa-masa baik adalah apel di mata mereka, dan khususnya di masa buruk,” tulis Yossi Sarid.

Ada Yahudi yang benar-benar peduli terhadap Palestina? Mustahil. [di/hryt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Batal Disidang, Yahudi Pembunuh Orang Arab Dianggap Gila
Tulisan selanjutnya Wakil Walikota Bekasi: Insiden Al Barkah Upaya Adu Domba Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?