Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perang Melawan Taliban Tewaskan Ratusan Serdadu Inggris

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juni 2010 13:33
Bagikan
Bagikan


 

Hidayatullah.com—Lebih dari 300 tentara Inggris tewas sejak perang melawan pejuang Taliban yang dilancarkan di Afghanistan, 2001.

PM David Cameron berjanji akan menarik tentara Inggris dari Afghanistan bila pemerintah Afghanistan dapat mengamankan negerinya.

Jumlah tentara Inggris yang tewas saat menjalankan tugas di Afghanistan meningkat menjadi 300 orang, setelah seorang marinir meninggal akibat luka dalam serangan di Provinsi Helmand, Afghanistan selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Senin (21/06) Perdana Menteri Inggris David Cameron mengenang secara simbolis ke-300 serdadu Inggris yang tewas di Afghanistan sejak tahun 2001.

Ia selanjutnya menyebut tahun 2010 sebagai “tahun menentukan” bagi Afghanistan, mengingat Inggris membayar “harga yang tinggi” bagi tekadnya untuk ikut mengamankan dunia. Warga Inggris harus terus bertanya kepada dirinya sendiri, kenapa masih berada di Afghanistan dan berapa lama lagi harus menjalankan tugas itu di sana. Demikian Cameron sambil mengulang pernyataannya sebelumnya bahwa pasukan Inggris akan segera ditarik bila Afghanistan mampu menjamin keamanan negerinya sendiri.

Saat ini Inggris menugaskan sekitar 10.000 tentara di Afghanistan. 8.000 di antaranya ditempatkan di Helmand, provinsi yang paling berbahaya di negeri itu.

Di samping Amerika Serikat, Inggris adalah negeri yang paling banyak mencatat korban di Afghanistan ketimbang negara lain yang tergabung dalam koalisi terdiri dari 45 negara.

Pada hari peringatan kematian marinir dari pasukan elit Inggris hari Senin (21/06) lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, jasa serdadu Inggris yang gugur di Afghanistan sepatutnya dihargai.

“Kematian yang ke-300 tidak lebih dan tidak kurang tragis daripada kematian yang ke-229 sebelumnya. Tetapi sekarang adalah saatnya bagi seluruh warga Inggris untuk mengingat kembali jasa dan pengorbanan serta dedikasi yang diberikan oleh tentara yang mewakili kita semua.”

Baru-baru ini, saat berkunjung ke Afghanistan, Cameron yang mulai memangku jabatan sebagai Perdana Menteri pertengahan Mei lalu, mengatakan bahwa pasukan Inggris tidak akan bertahan lebih lama di negeri itu. Sehari pun tidak, bila tugasnya sudah berakhir.

Dan kepada parlemen di Inggris, ia mengutarakan pekan lalu bahwa Inggris perlu sebuah proses politik untuk mengakhiri perlawanan di Afghanistan. Ia juga memperingatkan, jumlah korban akan meningkat pada musim panas ini, mengingat akan maraknya pertempuran.

Sementara itu, kelompok antiperang Inggris, “Stop the War Coalition”, menuntut agar pasukan Inggris segera ditarik. Ketua LSM itu, Lindsey German, mengatakan, peningkatan jumlah korban dari pasukan Inggris dan pasukan anggota NATO lainnya tidak merupakan suatu kejutan, karena sudah diduga sebelumnya.

Ketimbang meningkatkan kegiatan perang, sebaiknya pemerintah Inggris mengakui bahwa perang ini tidak akan dapat dimenangkan, tambah Lindsey. Apalagi kalau mengingat bahwa konflik ini tidak disukai orang Afghanistan dan juga warga Inggris.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini menyatakan bahwa penggunaan bom yang diletakkan di pinggir jalan meningkat 94 persen pada empat bulan pertama tahun ini. Bom semacam itu dikenal mudah dirakit. Serangan bunuh diri saat ini terjadi rata-rata tiga kali per minggu. 50 persen di antaranya dilancarkan di selatan Afghanistan.

Sejak 2006 sekitar 1.300 tentara Inggris cedera di Afghanistan, 400 di antaranya luka berat. [dwwd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Lobi Gereja Yunani Perpanjang Sewa Tanah Yerusalem
Tulisan selanjutnya Media Sulit Lahirkan Idola yang Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?