Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

SMS Bisa Menimbulkan Gangguan Jiwa dan Fisik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juli 2010 18:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anda senang ber-SMS ria? Hati-hati. Menurut hasil penelitian terbaru atas perilaku remaja, terlalu sering SMS melalui ponsel bisa menyebabkan sakit mental dan fisik.

Penelitian yang mengkaji kebiasaan komunikasi di kalangan remaja itu mendapati, gejala seperti kecemasan, rasa tidak aman, depresi, dan rendah diri banyak ditemui di kalangan remaja yang senang ber-SMS.

Menurut laporan Boost Mobile, dalam dua tahun terakhir SMS meningkat 89%, di mana seorang pelanggan remaja bisa mengirim 4.000 SMS dalam kurun waktu 9 hari.

Dr. Jennie Carrol, seorang peneliti teknologi dari Universitas RMIT, Melbourne, yang meneliti efek komunikasi modern mengatakan bahwa ponsel telah meyatu dalam kehidupan remaja.

Dia mengelompokkan berbagai efek komunikasi moderen ke dalam beberapa kategori gangguan yang berbeda, seperti textaphrenia, textiety, post-traumatic text disorder, dan binge texting.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Textaphrenia adalah keadaan di mana Anda seakan mendengar suara pesan masuk atau ponsel bergetar, padahal kenyataannya tidak demikian.

Textiety adalah perasaan gelisah karena tidak menerima SMS atau tidak bisa mengirim SMS.

“Dalam textaphrenia dan textiety ada perasaan bahwa ‘tidak ada orang yang mencintai saya, tak ada orang yang menghubungi saya’,” papar Carol, seperi dikutip Heral Sun.

Post-traumatic text disorder
adalah cedera fisik dan mental akibat SMS. Sementara binge texting adalah keadaan di mana remaja mengirim banyak SMS dalam satu waktu agar dirinya merasa baik dan berusaha menarik balasan.

Menurut Caroll, kecelakaan fisik akibat SMS semakin meningkat. Misalnya banyak yang menabrak sesuatu ketika mereka ber-SMS. Bahkan di Jepang dilaporkan ada repetitive thumb syndrome, di mana jempol tangan bisa bergerak-gerak sendiri. Ukuran jempol remaja juga semakin besar, menjadikannya seperti monster jempol. Semuanya akibat SMS yang berlebihan.

Jika ada yang mengalami salah satu gejala seperti di atas, mencari aktivitas lain yang lebih kreatif dan bermanfaat bisa menjadi cara untuk menanggulangi kecanduan ini. Orangtua tentunya harus lebih memperhatikan penggunaan ponsel putra-putrinya. [di/hsau/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kiai-Kiai NU Pernah tak Setuju Lokalisasi Judi
Tulisan selanjutnya Ulama dan Pemimpin Islam Dukung Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan

Terbaru

  • Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
  • Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
  • Gelombang Serangan ‘Israel’ Paksa Warga Gaza Mengungsi di Tengah Kegelapan Malam
  • Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 Digelar Serentak di Enam Pulau Besar dalam Peringatan Hari Anak Nasional
  • Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
  • Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
  • Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
  • Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
  • Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
  • MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?